thumbnail

Bagaimana Cara Kerja Herd Immunity (Imunitas Kelompok)?

Posted by Blog Al-Mukhtashar on Kamis, 12 Oktober 2017

Bagaimana Cara Kerja Herd Immunity (Imunitas Kelompok)?

Bagaimana Cara Kerja Herd Immunity (Imunitas Kelompok)?

Vaksin merupakan salah satu penemuan terbesar manusia dan secara historis merupakan cara yang paling efektif untuk melawan dan memberantas penyakit menular. Selama sebagian besar populasi divaksinasi terhadap penyakit, wabah akan semakin sulit untuk terjadi. Konsep ini disebut dengan herd immunity atau imunitas kelompok, hal ini memungkinkan orang-orang yang tidak divaksinasi atau orang-orang yang bukan merupakan target vaksinasi, dapat terhindar dan terlindungi dari penyakit..

Video (5 detik) ini memvisualisasikan bagaimana tingkat vaksinasi mempengaruhi imunitas pada populasi tertentu. Karena proporsi individu yang divaksinasi meningkat, penularan penyakit menjadi berkurang. Ketika proporsi populasi yang kritis menjadi kebal, penyakit tidak dapat bertahan dan tidak lagi menjadi endemi. Pada poin ini, orang-orang yang tidak divaksinasi menjadi ikut terlindungi dari penyakit karena kekebalan orang-orang disekitarnya, atau dengan kata lain tujuan dari herd immunity telah tercapai..


Proporsi populasi yang perlu divaksinasi disebut dengan "herd immunity threshold" atau "ambang imuniti kelompok" yang hal tersebut dapat diperkirakan menggunakan model epidemiologi. Penyakit yang sangat menular seperti campak memerlukan 92-95% populasi untuk divaksinasi. Penyakit polio memiliki ambang batas yang lebih rendah, yaitu 80% sampai 85%. Penyakit yang kurang menular seperti influenza hanya membutuhkan kekebalan populasi sebesar 33-44%..

Orang yang melakukan vaksinasi berarti ia sedang berusaha untuk melindungi dirinya dan melindungi orang-orang di sekitarnya, memutus rantai penularan penyakit, dan membatasi potensi terjadinya wabah..

Setelah vaksin cacar air memulai aksinya di Amerika Serikat pada tahun 1995, tingkat kematian akibat cacar air menurun sebesar 97%. Dan selanjutnya, meskipun vaksin tersebut tidak diberikan pada bayi, tidak ada bayi yang meninggal karena penyakit cacar air di Amerika Serikat antara tahun 2004 dan 2007..

Vaksin melakukan lebih dari sekedar melindungi Anda dan menjaga anak-anak Anda dari penyakit yang mengerikan. Vaksin juga membantu melindungi semua orang yang berada di sekitar Anda. Maka termasuk sikap yang tidak bijak, apabila Anda tidak menyukai vaksin lantas memberikan tuduhan dan mempengaruhi orang-orang untuk menghindar darinya. Jika Anda dan anak-anak Anda berkeadaan sehat tanpa vaksin, justru bisa jadi hal tersebut disebabkan karena herd immunity yang bekerja, hanya saja, mungkin Anda tidak menyadarinya..

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI, dr. H. M. Subuh, MPPM, pada April lalu menyatakan bahwa secara nasional, berdasarkan evaluasi program imunisasi tahun 2015-2016 cakupan imunisasi sudah mencapai bahkan melebihi dari target yang ditetapkan. Namun, permasalahannya masih terjadi disparitas cakupan imunisasi di beberapa daerah di Indonesia..

> Referensi Jurnal :

Paul E. M. Fine; Herd Immunity: History, Theory, Practice, Epidemiologic Reviews, Volume 15, Issue 2, 1 January 1993, Pages 265–302, https://doi.org/10.1093/oxfordjournals.epirev.a036121

http://www.pbs.org/wgbh/nova/body/herd-immunity.html

http://www.depkes.go.id/article/view/17042600003/mengenal-herd-immunity-dalam-imunisasi.html

Baca Juga :

○ Hummingbird, Burung Kolibri Yang Unik Dengan Metabolisme Tingkat Tinggi
○ ASI Dapat Menyelamatkan Ribuan Nyawa Anak Dan Mencegah Kanker Pada Ibu
○ SAINS, Salah Satu Bekal Untuk Kampung Akhirat
○ Benarkah Air Detoks Atau Infuseed Water Dapat Menghilangkan Lemak Dan Racun
○ Menghilangkan Bulu (Rambut) Dengan Laser Dan Hukum Penggunaannya

——○●※●○——

Esha Ardhie
Kamis, 05 Oktober 2017
Oktober 12, 2017
thumbnail

Reaksi Unik Kolaborasi Superasam Dan Jeruk...

Posted by Blog Al-Mukhtashar on

Reaksi Unik Kolaborasi Superasam Dan Jeruk...

Reaksi Keras Dari Kolaborasi Superasam Dan Jeruk

Definisi klasik dari superasam (superacid) ialah asam yang memiliki tingkat keasaman lebih tinggi daripada 100% asam sulfat murni (H2SO4). Dalam larutan yang sangat terkonsentrasi (pekat), persamaan Henderson-Hasselbalch yang digunakan untuk menentukan skala pH tidak dapat berlaku lagi. Maka, untuk mengukur keasaman larutan yang sangat pekat tersebut, diperkenalkanlah metrik serupa yang disebut dengan fungsi keasaman Hammett (H0). Dengan menggunakan skala dari fungsi ini, asam sulfat 100% memiliki nilai H0 sebesar -12..

Asam yang digunakan dalam video berikut adalah asam klorosulfat (HSO3Cl) yang memiliki H0 = -12,78. Superasam ini bereaksi keras dengan air pada jeruk untuk menghasilkan gas asam sulfat dan hidrogen klorida (HCl). Asam sulfat yang dihasilkan tersebut kemudian bereaksi dengan sukrosa dari jeruk melalui reaksi dehidrasi eksotermik yang intens, sehingga menghasilkan karbon dalam bentuk grafit hitamnya. Simak video menarik dari Chemistry Flicks berikut..


Baca Juga :

○ Mengenal Dry Ice (Biang Es) Dan Sublimasinya Yang Unik
○ Reaksi Ajaib, Hidrogen Peroksida (H2O2) Dan Kalium Permanganat (KMnO4)
○ Hujan Peluru, Antara Adegan Film Dan Realita Sains
○ Kupas Fakta Seputar Mitos Minuman Bersoda
○ Garam Tidak Boleh Dimasak? Antara Hoax Dan Hadits Nabi

——○●※●○——

Esha Ardhie
Selasa, 03 Oktober 2017
Oktober 12, 2017
thumbnail

Pseudosains, Kritik Terhadap Kristal Air Masaru Emoto

Posted by Blog Al-Mukhtashar on

Pseudosains, Kritik Terhadap Kristal Air Masaru Emoto

Pseudosains, Kritik Terhadap Kristal Air Masaru Emoto

Pseudosains. "Doktor" Masaru Emoto mengklaim bahwa perasaan, pikiran, kata-kata, berbagai jenis musik yang "diperdengarkan" kepada air dapat mempengaruhi bentuk dari kristal air (pada dasarnya adalah snowflake). Kata-kata baik menghasilkan bentuk kristal yang (dianggap) baik, kata-kata buruk akan menghasilkan bentuk kristal yang (dianggap) buruk. Gambar di bawah ini adalah kristal dari air yang sebelumnya telah didoakan oleh biarawan Budha, yang (dianggap) memiliki bentuk kristal yang baik. Pertanyaannya, apakah kesyirikan termasuk kebaikan...?

Pseudosains, Kritik Terhadap Kristal Air Masaru Emoto

Bapak Masaru Emoto berasal dari lulusan Yokohama Municipal University bidang "International Relations", beliau tidak memiliki basic sains, gelar "Doktornya" pun (bidang pengobatan alternatif) tidak dianggap. Namun anehnya penemuan beliau justru banyak "dimanfaatkan" untuk kepentingan tertentu, tidak jarang juga digunakan sebagai penguat "pembuktian religius" bagi orang-orang tertentu. Dan penemuan ini sebenarnya ingin ditinjau dari segi apa? dari segi sains tidak diterima, dari segi logika tidak masuk akal, dari segi religius tidak nyambung. Gambar di bawah ini adalah kristal dari air yang bertuliskan kata God Islam. Diklaim sebagai "Kristal Baik", sama halnya seperti kristal baik lainnya yang didoakan oleh orang-orang kafir. Apakah Allah ingin disamakan dengan sesembahan-sesembahan selain-Nya..? Dan pada poinnya, Bapak Masaru Emoto serampangan mengkategorikan "Kristal Baik" dan "Kristal Cacat". Apakah karena bentuknya (dianggap) indah lalu begitu saja disebut sebagai "Kristal Baik"..? Bukankah definisi adalah sesuatu yang penting..

Pseudosains, Kritik Terhadap Kristal Air Masaru Emoto

Di bawah ini adalah bentuk lain kristal yang bertuliskan kata God Islam. Poinnya seperti ini, bagaimana mungkin seseorang menuliskan kata Allah tetapi tidak meyakini keesaan-Nya dan tidak beriman kepada-Nya, namun hasilnya dianggap sesuatu yang baik dan diklaim sebagai salah satu bukti kebenaran ilmiahnya..? Tidak berbeda dengan kasus "orang kafir" yang mengaku membangun masjid, ia menganggap sebagai suatu kebajikan, tetapi ia tidak sholat di dalamnya. Ini menunjukkan bahwa penemuan tersebut tidak di bangun di atas metode yang kokoh..

مَا كَانَ لِلْمُشْرِكِيْنَ اَنْ يَّعْمُرُوْا مَسٰجِدَ اللّٰهِ شٰهِدِيْنَ عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْ بِالـكُفْرِ ۗ  اُولٰۤئِكَ حَبِطَتْ اَعْمَالُهُمْ ۚ  وَ فِى النَّارِ هُمْ خٰلِدُوْنَ

"Tidaklah pantas orang-orang musyrik memakmurkan masjid Allah, padahal mereka mengakui bahwa mereka sendiri kafir. Mereka itu sia-sia amalnya, dan mereka kekal di dalam neraka.." [QS. At-Taubah: 17]

Pseudosains, Kritik Terhadap Kristal Air Masaru Emoto

Prof(E).Dr. Soewarno T Soekarto yang merupakan Gurubesar Emeritus IPB (Institut Pertanian Bogor) mengatakan di dalam buku The Untrue Power of Water, "Dari membaca isi buku dan riwayat pendidikannya, saya sebagai ilmuan peneliti mendapat kesan bahwa Masaru Emoto bukan peneliti bidang ilmu eksaksa. Memang saat mengamati foto-foto kristal air tersebut Emoto terlihat sangat tekun dan konsisten serta berusaha seobjektif mungkin. Namun tampaknya, pengamatan yang ditunjukkan dalam buku "The True Power of Water" tidaklah memperlihatkan metode penelitian ilmiah yang standar. Dari sudut metode penelitian ilmiah yang standar, pengamatan yang termuat dalam buku tersebut sebenarnya termasuk dalam kategori pengamatan karena hobi. Hal ini pun dia akui bahwa dalam pengamatan terhadap bentuk kristal air yang dibekukan, latar belakang pendidikannya bukan sains melainkan bidang Humaniora. Suatu pengamatan yang dilakukan tanpa latar belakang kompetensi bidang ilmunya itu termasuk kategori kegiatan amatir. Dengan latar belakang demikian, wajarlah bahwa akurasi data hasil pengamatannya tidak dapat dirunut. Sama halnya dengan akurasi (keakuratan) interpretasi data dan kesimpulan yang dia rumuskan. Oleh karena itu akan sangat berlebihan untuk menanggapi secara ilmiah atas akurasi data dan rumusan kesimpulan dengan hanya berdasarkan sajian yang dimuat dalam buku tersebut.."

——○●※●○——

Esha Ardhie
Selasa, 29 Agustus 2017
Oktober 12, 2017
thumbnail

Super Slow Motion, Ledakan Leburan NaCl (Garam Dapur) + H2O (Air)

Posted by Blog Al-Mukhtashar on

Super Slow Motion, Ledakan Leburan NaCl (Garam Dapur) + H2O (Air)

Super Slow Motion, Ledakan Leburan NaCl (Garam Dapur) + H2O (Air)

Jadi teringat dengan pembahasan tentang bahaya memasak garam [Link]. Apakah benar berbahaya..? Ternyata benar loh, coba cek videonya. Dalam kondisi khusus, garam dapur dapat menimbulkan ledakan keras jika dimasukkan ke dalam air. Tetapi garamnya tersebut sudah melebur, dan NaCL akan melebur pada suhu di atas 1400 °F (760 °C). Yang menarik, 99% ledakkan ini bukanlah disebabkan karena reaksi kimia, tapi reaksi fisika. Ingat ya sobat, fenomena ini bukanlah reaksi kimia. Jadi, semoga HOAX tentang garam itu tidak disebarluaskan lagi..

Berikut video persembahan dari The Backyard Scientist..


——○●※●○——

Esha Ardhie
Selasa, 03 Januari 2017
Oktober 12, 2017
thumbnail

Mengenal Dry Ice (Biang Es) Dan Sublimasinya Yang Unik

Posted by Blog Al-Mukhtashar on

Mengenal Dry Ice (Biang Es) Dan Sublimasinya Yang Unik

Mengenal Dry Ice (Biang Es) Dan Sublimasinya Yang Unik

Dry ice atau sering disebut dengan 'biang es' atau 'es kering' adalah bentuk padatan dari gas karbon dioksida (CO2), utamanya digunakan sebagai zat pendingin. Ia memiliki suhu yang lebih rendah daripada es yang terbuat dari air yang umumnya kita temui selama ini..

Es biasanya akan mencair dan meninggalkan bekas-bekas air, berbeda dengan dry ice, ia tidak meninggalkan residu yang menjadikannya sangat ideal untuk mendinginkan makanan beku ketika pendingin mekanik seperti kulkas atau freezer tidak tersedia..

Dry ice tidak mencair, namun ia akan menyublim pada suhu -78.5 °C atau -109.3 °F dalam tekanan atmosfir bumi 1 atm. Sublimasi adalah transisi atau perubahan fase dari zat padat yang langsung menjadi gas, tanpa melalui fase zat cair..

Suhu yang ekstrim akan membuat tangan Anda merasa perih jika Anda memegangnya secara langsung, sebelum Anda merefleksnya untuk melepaskan dry ice tersebut..

Berikut adalah proses endotermik (penyerapan energi) yang terjadi pada suhu dan tekanan di bawah titik tripelnya (-56.4 °C dan 5.13 atm). Pada reaksi endoterm, dry ice akan menyerap kalor dari lingkungan sehingga suhu lingkungan menjadi lebih dingin, dry ice pun melebur bersama udara..

Simak video menariknya :D


——○●※●○——

Esha Ardhie
Rabu, 28 Desember 2016
Oktober 12, 2017
thumbnail

Reaksi Ajaib, Hidrogen Peroksida (H2O2) Dan Kalium Permanganat (KMnO4)

Posted by Blog Al-Mukhtashar on

Reaksi Ajaib, Hidrogen Peroksida (H2O2) Dan Kalium Permanganat (KMnO4)

Bukan Sulap Bukan Sihir, Ini Hanya Reaksi Redoks

Reaksi antara hidrogen peroksida (H2O2) dan kalium permanganat (KMnO4) berikut akan menampilkan demonstrasi menarik dari reaksi redoks..

Perhatikan, kalium permanganat yang berwarna ungu dituangkan ke dalam cairan bening hidrogen peroksida, apa yang terjadi..? Dalam sekejap cairan kalium permanganat tersebut menghilang. Simak videonya..!


Apakah KMnO4 itu benar-benar menghilang..? tentu saja tidak. Hidrogen peroksida telah mengubah kalium permanganat yang berwarna ungu menjadi cairan bening. Hal tersebut dapat terjadi karena kalium permanganat memiliki atom mangan (Mn) dengan keadaan oksidasi +7. Reaksi dengan hidrogen peroksida akan mengubah atom mangan (Mn) tersebut menjadi keadaan oksidasi +2 yang menyebabkan KMnO4 kehilangan warna ungu yang dimilikinya. Produk sampingan dari reaksi ini adalah dihasilkannya gas oksigen (O2) dan air (H2O), yang dicirikan dengan adanya gelembung-gelembung dalam reaksi campuran tersebut..

2KMnO4 + 3H2O2 → 2MnO2 + 2KOH + 3O2 + 2H2O

Hidrogen peroksida, dengan sifatnya yang demikian maka tidak heran jika H2O2 banyak digunakan sebagai bahan pemutih tekstil..

——○●※●○——

Esha Ardhie
Selasa, 11 Oktober 2016
Oktober 12, 2017
thumbnail

Eksperimen, Ledakan Peluru Dari Campuran Logam Natrium Dan Kalium

Posted by Blog Al-Mukhtashar on

Eksperimen, Ledakan Peluru Dari Campuran Logam Natrium Dan Kalium

Sodium-Potassium Alloy Bullets

NaK merupakan campuran eutektik antara logam natrium (Na) dan kalium (K) yang biasanya berwujud liquid pada suhu ruang. Campuran ini sangat reaktif dengan air dan biasanya butuh penyimpanan dalam hidrokarbon atau gas inert semisal nitrogen atau argon. Saat terkena udara, ia membentuk lapisan kalium superoksida dan bereaksi eksplosif terhadap benda-benda organik..

Dalam video berikut, campuran NaK dimuat ke dalam peluru dan menjadikan semangka sebagai objek baku tembak dalam eksperimen kali ini. Tepat setelah peluru keluar dari dekaman, logam cair itu pun membakar dirinya dan menjejak mengepul melewati kerumunan udara. Setelah menembus semangka, natrium dan kalium bereaksi dengan air dan meledak dengan keras..

Slow motion yang keren..!


——○●※●○——

Esha Ardhie
Rabu, 07 September 2016
Oktober 12, 2017
thumbnail

Mengeringkan Luka Dan Membunuh Bakteri Dengan Air Garam

Posted by Blog Al-Mukhtashar on

Mengeringkan Luka Dan Membunuh Bakteri Dengan Air Garam

Garam Sebagai Obat

Melanjutkan artikel sebelumnya, Amankah Membersihkan Luka Dengan Antiseptik (Hydrogen Peroxide vs Blood). Dalam hal pengobatan luka, garam ternyata telah digunakan secara turun-temurun bahkan semenjak abad Sebelum Masehi. Larutan garam dapat membunuh bakteri-bakteri serta membantu mempercepat proses pengeringan pada luka. Biasanya luka akan terasa perih jika terkontak dengan air garam, namun rasa perih tersebut dapat diminimalisir jika melarutkan garamnya dengan air hangat. Berikut penjelasan dari Prof. Yohanes Surya [Link]..

> Pertanyaan :

Keluarga saya biasa merendam atau mencuci luka-luka dengan air garam agar cepat kering dan sembuh. Cara demikian kami dapatkan dari informasi tetangga. Awalnya, kami takut dengan rasa perih yang ditimbulkan. Setelah diberi tahu caranya, kami pun berani melakukannya. Yaitu garam dilarutkan ke dalam air panas atau hangat. Ketika kami coba, ternyata betul, tidak terasa perih. Pertanyaan saya, apakah air panas itu berpengaruh terhadap jalannya reaksi dan hasil reaksi kimia antara air dengan garam? Pada kasus garam yang dilarutkan dengan air dingin, apa yang menyebabkan rasa perih..? Terima kasih atas jawaban Anda..

> Jawaban :

Pemakaian garam untuk pengobatan luka sudah dimulai sejak zaman Mesir. Kertas Papirus Ebers (1600 SM) menuliskan tentang resep-resep pemanfaatan garam yang dilarutkan dalam air, madu, atau minyak-minyak tertentu untuk mengeringkan luka dan menyembuhkan infeksi akibat jamur. Hippocrates (460 SM) dari Yunani, Dioskurides (100 M) dari Romawi, Galen dari Yunani (129 - 200 M), Ibn Sina dari Arab (980 - 1037 M) mempunyai resep-resep penyembuhan luka dengan garam ini..

Ketika garam dicampur dengan air, terutama air hangat, terbentuklah partikel-partikel dengan muatan listrik yang berbeda, ion natrium yang bermuatan positif dan ion klor yang bermuatan negatif. Ketika larutan garam ini diberikan pada bagian yang luka, ion-ion ini akan mengatur tekanan sel-sel di sekitar luka. Tekanan diatur sedemikian rupa sehingga cairan tidak akan keluar dari dalam sel. Dengan kata lain, luka akan menjadi cepat kering..

Di samping mengeringkan luka, air garam juga dapat membunuh bakteri yang menyerang luka (terutama bakteri staphylococcus dan streptococcus). Sekitar empat tahun yang lalu Prof. Yen Con Hung dari University of Georgia menemukan bahwa air garam yang diberi arus listrik ternyata mampu membunuh banyak bakteri, terutama yang menempel pada berbagai tanaman atau pada papan talenan yang dipakai untuk memotong sayuran..

Mengenai rasa sakit, penyebabnya diperkirakan karena di bawah kulit (di sekitar daerah yang luka) ada sel-sel yang peka terhadap panas dan dingin. Jika sel-sel ini terkena air yang suhunya di bawah batas tertentu, sel-sel ini akan mengirim sinyal ke otak dan otak akan menginterpretasikannya sebagai rasa sakit..

——○●※●○——

Esha Ardhie
Sabtu, 03 September 2016
Oktober 12, 2017
thumbnail

Amankah Membersihkan Luka Dengan Antiseptik..? (Hydrogen Peroxide vs Blood)

Posted by Blog Al-Mukhtashar on

Hidrogen peroksida (H2O2) adalah senyawa yang sangat terkenal dalam dunia medis sebagai salah satu zat antiseptik atau pencuci luka. Penggunaannya telah tersebar di seluruh dunia bahkan sejak dipoduksi pertama kalinya di Inggris pada tahun 1800..

Hydrogen Peroxide VS Blood

Hidrogen peroksida (H2O2) adalah senyawa yang sangat terkenal dalam dunia medis sebagai salah satu zat antiseptik atau pencuci luka. Penggunaannya telah tersebar di seluruh dunia bahkan sejak dipoduksi pertama kalinya di Inggris pada tahun 1800..

Antiseptik digunakan untuk membunuh atau menghambat pertumbuhan mikroorganisme, biasanya digunakan pada lapisan kulit untuk mencegah terjadinya infeksi pada luka. Namun, amankah penggunaan hidrogen peroksida sebagai antiseptik..?

Berlawanan dengan paham mainstream, hidrogen peroksida sebenarnya sangat berbahaya bagi kehidupan seluler. Penggunaan hidrogen peroksida untuk luka terbuka sangat membahayakan jaringan di sekitarnya dan akan memperlambat proses penyembuhan. Hal ini disebabkan karena adanya enzim yang disebut dengan katalase, enzim yang ditemukan hampir di setiap sel dalam tubuh manusia..

Katalase adalah enzim yang fungsinya sangat penting dalam melindungi sel dari kerusakan oksidatif. Enzim tersebut memfasilitasi terjadinya dekomposisi atau penguraian senyawa hidrogen peroksida menjadi air (H2O) dan oksigen (O2)..

2H2O2 — (katalase) >> 2H2O + O2

Perhatikan video berikut, ini adalah fenomena yang terjadi jika hidrogen peroksida berekasi dengan sejumlah darah..


Jika kita membalut luka dengan hidrogen peroksida, darah akan terkontak dengannya dan enzim katalase pun akan bekerja untuk memecah senyawa H2O2 sehingga dihasilkan gas oksigen. Pembentukan gas oksigen tersebutlah yang akan menyebabkan darah menjadi berbusa, itulah sebabnya kontak langsung dengan hidrogen peroksida akan memiliki kemungkinan yang berakibat fatal..

Dalam hal ini, untuk membersihkan atau mendesinfektan luka yang terbuka akan lebih efektif dan alangkah jauh lebih aman jika menggunakan air dan sabun, dalam sabun biasanya terdapat juga antiseptik lain yang dinamakan dengan triclosan..

——○●※●○——

Esha Ardhie
Jum'at, 02 September 2016
Oktober 12, 2017
thumbnail

Garam Tidak Boleh Dimasak? Antara Hoax Dan Hadits Nabi

Posted by Blog Al-Mukhtashar on Rabu, 11 Oktober 2017

Garam Tidak Boleh Dimasak? Antara Hoax Dan Hadits Nabi

Benarkah Garam Tidak Boleh Dimasak..?

Benarkah meniup minuman dapat menghasilkan asam karbonat yang berbahaya bagi tubuh..?? Sudah kami bahas dalam postingan sebelumnya, Larangan Meniup Minuman, Antara Hoax Dan Hadits Nabi..

Dalam kesempatan kali ini, kami menemukan kembali artikel yang sepertinya perlu diluruskan. Setelah membawakan hadits Nabi yang mengatakan bahwa sebaik-baik lauk adalah garam (al-Baihaqi), dalam sebuah artikel disebutkan :



"GARAM TIDAK BOLEH DIMASAK ! Kesalahan kita (kebanyakan orang Melayu) ialah kita memasak garam yaitu memasukkan garam kedalam masakan ketika minyak sedang MENDIDIH/PANAS. Ia akan menyebabkan garam menjadi racun/toksik… Garam, bahasa saintifiknya adalah sodium. Jika garam dimasak dengan cara diatas, ia akan menyebabkannya ber-asid dan membahayakan kesehatan serta mengundang pelbagai penyakit."

Kami mengomentari bahwa pernyataan di atas tidaklah benar dan tidak bisa dipertanggungjawabkan, bahkan kami sangat yakin bahwa yang menulis artikel itu pun meragukan apa yang ia tulis. Mengapa..? karena pernyataan tersebut sangat bertentangan dengan fakta di lapangan. Menambahkan bumbu atau pun garam ke dalam masakan panas, atau yang sedang dimasak di atas api merupakan hal yang lumrah, biasa dilakukan oleh masyarakat dari zaman ke zaman. Tapi nyatanya tidak ada korban jiwa, kasus serius, atau pun gejala keracunan dengan penggunaan garam yang seperti itu..


Bahkan informasi tersebut sampai dicopas dan dimuat ulang dengan judul "Wajib Dibaca… Jangan gunakan GARAM dengan cara ini, Bisa Mematikan..!!"


Maka kami menilai bahwa orang yang menulis artikel itu sangatlah aneh, dan anehnya lagi tulisan tersebut dikaitkan dengan hadits Nabi yang seolah-olah bertujuan untuk menutupi keanehan yang ada, agar berita tersebut dinilai seolah-olah benar adanya..!? Ini adalah perkara yang buruk dan sangat berbahaya..


Adapun dari segi hadits, hadits tersebut derajatnya dha'if atau lemah. Kami menemukannya dengan lafadz berikut ini :


ﻋَﻦْ ﺃَﻧَﺲِ ﺑْﻦِ ﻣَﺎﻟِﻚٍ ، ﻗَﺎﻝَ : ﻗَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ: « ﺳَﻴِّﺪُ ﺇِﺩَﺍﻣِﻜُﻢُ ﺍﻟْﻤِﻠْﺢُ »


Dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sebaik-baik bumbu kalian adalah garam.."


Ada juga yang menerjemahkan dengan kalimat, "Lauk teristimewa kalian adalah garam", atau "Raja lauk-pauk kalian adalah garam.."


Dalam bahasa Melayu disebutkan, "Penghulu dari segala kuah adalah garam.."


Dalam bahasa Inggris disebutkan, "The best of your seasonings is salt.."


Hadits ini diriwayatkan oleh al-Baihaqi dalam Syu'abul Iman (5551), Ibnu Majah dalam Sunannya (3315) dan didha'ifkan oleh Syaikh al-Albani dalam al-Misykah (4239) tahqiq kedua. Dalam sanadnya terdapat perawi yang bermasalah bernama Isa bin Abi Isa..


Berkenalan Dengan Garam Dapur, NaCl

>> Disebutkan :

"Garam, bahasa saintifiknya adalah sodium.."


>> Komentar :


Menyamakan garam dengan Sodium adalah salah kaprah. Sodium merupakan nama lain dari Natrium yang dalam ranah kimia disimbolkan dengan Na. Sedangkan garam; dalam hal ini adalah garam dapur disebut dengan Natrium Klorida atau Sodium Klorida dengan rumus molekul NaCl. Itulah garam yang biasa kita konsumsi sehari-hari..


Garam dapur adalah mineral yang banyak digunakan sebagai bumbu dan pengawet makanan. Secara alami, NaCl dihasilkan dari proses penguapan dan kristalisasi air laut. Secara kimiawi, NaCl terbentuk dari campuran HCl dan NaOH dengan reaksi :


HCl + NaOH → NaCl + H2O


HCl merupakan asam kuat dan NaOH merupakan basa kuat, menghasilkan garam NaCl dan air H2O yang keduanya bersifat netral, tidak bersifat asam dan tidak bersifat basa. Air ini dapat dihilangkan dengan metode penguapan, dan kita pun akan mendapatkan garam NaCl..


Garam Berubah Menjadi Asam Berbahaya..?

>> Disebutkan :

"Jika garam dimasak dengan cara diatas, ia akan menyebabkannya ber-asid dan membahayakan kesehatan serta mengundang pelbagai penyakit.."


>> Komentar :


Ber-asid maksudnya adalah sifat garam akan berubah menjadi asam. Namun, benarkah garam yang bersifat netral ini dapat menjadi asam ketika dimasukkan ke dalam masakan panas..?


Untuk menjawabnya dapat dilakukan pengujian sederhana. Larutkan saja garam ke dalam sejumlah air yang panas, aduk hingga rata. Adakah rasa asam di sana..? Kita dapat menggunakan indikator untuk mengukur pH larutan tersebut. Di sisi lain, NaCl juga memiliki titik didih yang tinggi, 1465°C. Maka NaCl yang berubah menjadi asam, apalagi bersifat racun karena terkena suhu yang tidak seberapa, kami juga tidak mengerti asal-usul informasi tersebut..


Kami tidak menafikan adanya jenis garam lain yang bersifat asam atau pun basa, karena sifat garam tergantung juga dari asam basa pembentuknya. Seperti yang telah disebutkan, NaCl terbentuk dari asam kuat dan basa kuat sehingga menghasilkan garam yang bersifat netral dengan nilai pH di sekitar 7 (tujuh)..


Garam yang bersifat asam atau yang bersifat basa juga tidak selamanya berbahaya. Contoh garam yang bersifat asam adalah NH4Cl atau Amonium Klorida, digunakan sebagai obat batuk. Contoh garam yang bersifat basa adalah NaHCO3 atau Natrium Bikarbonat, digunakan sebagai soda kue atau baking soda..

Jika NaCl dilarutkan ke dalam air, NaCl akan terurai sempurna menjadi ion positif (Na+) dan ion negatif (Cl-) yang bergerak bebas dalam larutan. Oleh sebab itu larutan NaCl disebut sebagai larutan elektrolit. Garam yang dilarutkan ke dalam air hangat, justru dapat dimanfaatkan sebagai media untuk mengobati luka. S
imak artikel: "Mengeringkan Luka Dan Membunuh Bakteri Dengan Air Garam"..

Penambahan Yodium Pada Garam Dapur

Dalam artikel lain, terdapat keterangan tambahan tentang kandungan yodium yang akan hilang dalam proses pemasakkan..

>> Disebutkan :


"Jika garam dimasak dengan cara di atas, garam akan menyebabkannya ber-asid dan membahayakan kesehatan serta mengundang pelbagai penyakit, selain itu kandungan yodium pada garam juga akan hilang.."


>> Komentar :


Dalam hal ini memang terjadi perbincangan di kalangan peneliti. Yodium merupakan zat yang dibutuhkan oleh tubuh, kekurangan yodium bagi seseorang dapat menyebabkan penyakit seperti gondok. Maka yodium tersebut ditambahkan sebagai campuran garam untuk mencegah timbulnya penyakit-penyakit akibat kekurangan yodium. Lalu yang menjadi permasalahan adalah, apakah yodium pada garam akan hilang atau rusak dalam proses pemasakkan..? jawabannya adalah YA. Khususnya pada masakan yang mengandung cabai dan cuka, yodium pun disinyalir telah menghilang..


Namun tunggu dulu, setelah menelusuri perpustakaan Google, kami menemukan fakta yang sangat menarik dalam sebuah artikel yang dipublikasikan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) tentang kontroversi berita yang dimaksud [1]. Dalam artikel itu disebutkan kronologi bahwa telah dilakukan dua penelitian dengan metode yodometri dan wet digestion untuk mengukur kadar yodium pada masakan. Hasil dari kedua penelitian tersebut adalah :


"Berdasarkan temuan ini disimpulkan bahwa sebagian besar yodium hilang dalam pemasakkan, terutama bila dimasak dengan cabai dan apalagi bila ditambah cuka.."


Perlu diketahui bahwa yodisasi garam (penambahan yodium ke dalam garam) telah dilakukan selama lebih dari 20 tahun dengan harapan agar dapat mencegah timbulnya Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY). Kesimpulan dari dua penelitian yang dimaksud seakan-akan membungkam usaha pencegahan yang dilakukan selama ini. Yodisasi garam ternyata sia-sia belaka karena yodiumnya telah hilang dalam proses pemasakkan, sedangkan masyarakat biasanya menambahkan bumbu atau pun garam pada proses memasak dan bukan setelah masakannya telah matang..


Apakah hasil penelitian itu benar..!? Sejujurnya hasil tersebut sangatlah JANGGAL, karena bukti empiris menunjukkan bahwa banyak negara di dunia seperti di Amerika Utara, Amerika Latin, Asia, dan Afrika yang menunjukkan bahwa garam yodium sangat efektif dalam penanggulangan GAKY. Maka untuk membuktikan kebenaran penelitian tersebut, pada tahun 1999 dilakukanlah dua penelitian yang lebih presisi dengan metode radio isotop dan epidemiolgi oleh Puslitbang Gizi menggunakan bantuan dana dari UNICEF..


Ternyata hasil dari dua penelitian terbaru ini saling menunjang. Penelitian laboratorium menunjukkan bahwa yodium masih ada di dalam masakan dan yodium yang masih ada dalam masakan dapat dicerna oleh tubuh, yang ditunjukkan dengan tingginya kadar yodium dalam urine. Ini menunjukkan bahwa penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa yodium itu telah hilang dalam proses pemasakkan ternyata tidaklah akurat..


Kesimpulannya, menambahkan garam pada saat proses memasak tidaklah bermasalah. Dan perlu diperhatikan, untuk membentuk cita rasa masakan yang utuh, Anda harus memberikan garam pada saat proses memasak berlangsung. Jika anda memberikan garam seusai masakan telah matang, masakan Anda hanya akan terasa asin yang hambar karena garam tidak melebur bersama cita rasa yang lainnya..


Manfaat Garam Dapur

Garam merupakan substansi yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Di dalam tubuh, Natrium (Na+) dan Klorida (Cl-) adalah ion utama pada cairan di luar sel (cairan ekstrasel), yang meliputi plasma darah. Dengan demikian, mereka memiliki peranan penting dalam sejumlah proses di dalam tubuh. Para ilmuan sepakat bahwa sejumlah minimal garam diperlukan bagi tubuh demi keberlangsungan hidup, sedangkan pengaruh kelebihan garam terhadap dampak kesehatan merupakan perihal yang masih terus dikaji dan diteliti oleh ilmuan, dokter, dan ahli kesehatan masyarakat. Seperti semua hal yang telah kita ketahui, kekurangan dan kelebihan terhadap sesuatu memiliki dampaknya masing-masing, maka sudah sewajarnya kita menjaga adab-adab dalam mengonsumsi makanan atau pun minuman..

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata dalam Zadul Ma'ad :


ﺍﻟﻤِﻠْﺢُ ﻳُﺼﻠِﺢ ﺃﺟﺴﺎﻡ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻭﺃﻃﻌﻤﺘﻬﻢ ، ﻭﻳُﺼﻠِﺢ ﻛُﻞَّ ﺷﻰﺀ ﻳُﺨﺎﻟﻄﻪ ﺣﺘﻰ ﺍﻟﺬَّﻫﺐَ ﻭﺍﻟﻔِﻀَّﺔ ، ﻭﺫﻟﻚ ﺃﻥ ﻓﻴﻪ ﻗﻮﺓً ﺗﺰﻳﺪُ ﺍﻟﺬﻫﺐَ ﺻُﻔﺮﺓً ، ﻭﺍﻟﻔِﻀَّﺔَ ﺑﻴﺎﺿﺎً ، ﻭﻓﻴﻪ ﺟِﻼﺀٌ ﻭﺗﺤﻠﻴﻞ ، ﻭﺇﺫﻫﺎﺏٌ ﻟﻠﺮﻃﻮﺑﺎﺕ ﺍﻟﻐﻠﻴﻈﺔ ، ﻭﺗﻨﺸﻴﻒٌ ﻟﻬﺎ ، ﻭﺗﻘﻮﻳﺔٌ ﻟﻸﺑﺪﺍﻥ ، ﻭﻣﻨﻊٌ ﻣﻦ ﻋﻔﻮﻧﺘﻬﺎ ﻭﻓﺴﺎﺩﻫﺎ ، ﻭﻧﻔﻊٌ ﻣﻦ ﺍﻟﺠﺮﺏ ﺍﻟﻤﺘﻘﺮِّﺡ . ﻭﺇﺫﺍ ﺍﻛﺘُﺤِﻞَ ﺑﻪ ، ﻗﻠﻊ ﺍﻟﻠَّﺤﻢ ﺍﻟﺰﺍﺋﺪ ﻣﻦ ﺍﻟﻌَﻴْﻦ ، ﻭﻣﺤَﻖَ ﺍﻟﻈَّﻔَﺮَﺓ . ﻭﺍﻷﻧﺪﺭﺍﻧﻰ ﺃﺑﻠﻎُ ﻓﻰ ﺫﻟﻚ ، ﻭﻳﻤﻨﻊُ ﺍﻟﻘﺮﻭﺡَ ﺍﻟﺨﺒﻴﺜﺔ ﻣﻦ ﺍﻻﻧﺘﺸﺎﺭ ، ﻭﻳُﺤﺪِﺭُ ﺍﻟﺒﺮﺍﺯ ، ﻭﺇﺫﺍ ﺩُﻟِﻚَ ﺑﻪ ﺑﻄﻮﻥُ ﺃﺻﺤﺎﺏِ ﺍﻻﺳﺘﺴﻘﺎﺀ ، ﻧﻔﻌﻬﻢ ، ﻭﻳُﻨﻘﻰ ﺍﻷﺳﻨﺎﻥَ ، ﻭﻳﺪﻓﻊُ ﻋﻨﻬﺎ ﺍﻟﻌُﻔُﻮﻧﺔ ، ﻭﻳﺸُﺪُّ ﺍﻟﻠِّﺜﺔ ﻭﻳُﻘﻮﻳﻬﺎ ، ﻭﻣﻨﺎﻓﻌﻪ ﻛﺜﻴﺮﺓ ﺟﺪّﺍً


"Garam memang bisa menambah kualitas tubuh manusia dan kualitas makanan mereka, bahkan bisa menambah kualitas segala sesuatu yang dicampur dengannya, seperti emas dan perak. Sebabnya adalah karena garam mengandung energi yang membuat emas semakin kuning dan perak semakin putih berkilat. Garam mengandung unsur pembersih, unsur pengemulsi, penghilang lendir berat, penyerap dan unsur yang memperkuat tubuh serta mencegah bau busuk dan kerusakan. Berkhasiat juga mengobati kudis bernanah. Bila digunakan sebagai celak, bisa menghilangkan daging berlebih pada mata, bisa melenyapkan kotoran kuning. Garam inggris lebih baik untuk tujuan ini. Bisa juga mencegah koreng agar tidak menyebar. Bisa juga melancarkan buang air besar. Kalau dioleskan ke perut orang yang terkena busung lapar, niscaya berkhasiat. Bisa juga membersihkan gigi atau menghilangkan bau gigi, menguatkan dan mengokohkan gusi. Dan masih banyak sekali khasiat lainnya.."


Allahu a'lam..


***


Catatan :


[1]  Yodium Tidak Rusak Atau Hilang Dalam Pemasakkan — http://www.kimianet.lipi.go.id/utama.cgi?cetakartikel&1100397884

——○●※●○——


Esha Ardhie
25 Agustus 2015
Oktober 11, 2017
thumbnail

Larangan Meniup Minuman, Antara Hoax Dan Hadits Nabi

Posted by Blog Al-Mukhtashar on

Larangan Meniup Minuman, Antara Hoax Dan Hadits Nabi

Larangan Meniup Minuman, Antara Hoax Dan Hadits Nabi

Telah masyhur bagi kita hadits-hadits yang menyebutkan tentang larangan meniup minuman, misalnya dalam hadits berikut..

Dari Abu Qatadah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

ﺇِﺫَﺍ ﺷَﺮِﺏَ ﺃَﺣَﺪُﻛُﻢْ ﻓَﻼَ ﻳَﺘَﻨَﻔَّﺲْ ﻓِﻲ ﺍﻹِﻧَﺎﺀِ، ﻭَﺇِﺫَﺍ ﺃَﺗَﻰ ﺍﻟﺨَﻼَﺀَ ﻓَﻼَ ﻳَﻤَﺲَّ ﺫَﻛَﺮَﻩُ ﺑِﻴَﻤِﻴﻨِﻪِ

"Apabila kalian minum, janganlah bernafas di dalam gelas, dan ketika buang hajat, janganlah menyentuh kemaluan dengan tangan kanan." [HR. Bukhari no. 153]

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma,

ﺃَﻥَّ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲَّ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻧَﻬَﻰ ﺃَﻥْ ﻳُﺘَﻨَﻔَّﺲَ ﻓِﻲ ﺍﻹِﻧَﺎﺀِ ﺃَﻭْ ﻳُﻨْﻔَﺦَ ﻓِﻴﻪِ

"Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam melarang bernafas di dalam gelas atau meniup isi gelas." [HR. Ahmad no. 1907, Turmudzi no. 1888, dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth]

Dari Abu Sa'id al-Khudri radhiyallahu 'anhu,

أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- نَهَى عَنِ النَّفْخِ فِى الشُّرْبِ. فَقَالَ رَجُلٌ الْقَذَاةُ أَرَاهَا فِى الإِنَاءِ قَالَ « أَهْرِقْهَا ». قَالَ فَإِنِّى لاَ أَرْوَى مِنْ نَفَسٍ وَاحِدٍ قَالَ « فَأَبِنِ الْقَدَحَ إِذًا عَنْ فِيكَ »

"Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam melarang meniup-niup saat minum. Seseorang berkata, 'Bagaimana jika ada kotoran yang aku lihat di dalam wadah air itu?'. Beliau bersabda, 'Tumpahkan saja'. Ia berkata, 'Aku tidak dapat minum dengan satu kali tarikan nafas'. Beliau bersabda, 'Kalau begitu, jauhkanlah wadah air (tempat mimum) itu dari mulutmu'." [HR. Tirmidzi no. 1887 dan Ahmad 3/26]

Lalu apa faedah dari larangan tersebut..? Jika kita telusuri, kita akan menemukan beberapa poin yang dikaitkan dengan hadits Nabi tersebut, dalam hal ini kita kumpulkan menjadi 3 (tiga) bahasan dalam disiplin ilmu..

1. Menurut Ilmu Fisika

Pertama, kami ingin menjelaskan. Mengapa air yang dimasak dalam panci bisa panas di semua bagian padahal yang dipanaskan hanya di bagian bawahnya..? Hal tersebut karena adanya gerakan dari partikel-partikel dalam air yang dimasak. Gambarannya seperti ini, air yang dipanaskan pada bagian bawah mulanya dingin dan lama kelamaan akan panas, teorinya mengatakan bahwa partikel air yang panas sifatnya akan lebih ringan daripada partikel air yang dingin, sehingga partikel yang terdapat pada bagian bawah akan pindah menuju ke bagian atas karena sifatnya yang ringan, dan partikel air yang dingin di bagian atas akan tenggelam menuju dasar karena sifatnya yang lebih berat. Proses itulah yang terjadi terus menerus ketika air dimasak..

Larangan Meniup Minuman, Antara Hoax Dan Hadits Nabi

Sebelum mengonsumsi kopi panas, biasanya kita meniup-niup sebentar cairan kopi di dalam cangkir agar lebih dingin. Namun hal tersebut nampaknya sia-sia karena partikel-partikel yang ditiup tadi akan menjadi lebih dingin dan sifatnya akan menjadi lebih berat, sehingga partikel air yang ditiup akan tenggelam ke bagian bawah dan posisinya akan digantikan oleh partikel-partikel air yang panas. Hasilnya, bahwa yang kita sruput tadi adalah (tetap) cairan kopi yang panas..

Meskipun dalam nyatanya bisa dipengaruhi oleh faktor-faktor yang lain, namun hal tersebut sama sekali tidak berhubungan dengan hadits larangan meniup minuman. Lagi pula, fenomena ini terjadi jika kita meniup minuman yang panas, sedangkan larangan hadits bersifat umum, entah itu minuman dingin atau pun minuman yang panas. Dalam hadits Abu Sa'id al-Khudri, konteksnya adalah terdapat kotoran dalam wadah, bukan perkara panas atau dinginnya minuman..

Bagaimana jika ditinjau dari disiplin ilmu yang lain..? Mari kita lanjutkan pembahasan..

2. Menurut Ilmu Kimia

Saking semangatnya dalam menyampaikan hadits, beberapa orang menghubungkan perkara ini dengan ilmu kimia yang akan kami sebutkan. Telah tersebar pernyataan yang mengatakan bahwa meniup minuman dapat membentuk senyawa asam karbonat yang berpotensi menyebabkan sakit jantung..

Fenomena yang sama sekali tidak asing. Berita HOAX ditambah dengan suguhan hadits-hadits adalah contoh informasi yang tidak sehat, dimanfaatkan dan disebarluaskan demi keuntungan pribadi..

Dalam sebuah artikel disebutkan:

"Fakta ilmiah pertama, bahwa bertemunya H2O (air dalam gelas) dengan karbondioksia atau CO2 (udara yang kita tiupkan melalui mulut) akan menghasilkan asam karbonat atau H2CO3. Nah jika senyawa kimia ini masuk ke dalam perut kita bisa menyebabkan penyakit jantung."

Dalam artikel lainnya dituliskan reaksinya,

H2O + CO2 → H2CO3

Pernyataan ini sama sekali tidak benar, biasanya orang-orang menyebutnya dengan ungkapan HOAX. Maka kita jawab dengan beberapa poin berikut..

>> Pembentukkan Asam Karbonat (H2CO3)

Penulisan reaksi tersebut kurang tepat, karena reaksi yang terjadi bukanlah satu arah, melainkan dua arah (bulak-balik) yang ditandai dengan dua tanda panah, sehingga reaksinya adalah,

H2O (air) + CO2 (karbon dioksida) ⇄ H2CO3 (asam karbonat)

Apa makna dari reaksi dua arah..? Maksudnya, sekalipun senyawa asam karbonat sudah terbentuk, ia dapat terpisah kembali menjadi air dan karbon dioksida. Perlu diketahui juga bahwa asam karbonat bukanlah senyawa yang bisa terbentuk dengan mudah, melainkan diperlukan kondisi khusus seperti suhu yang pas dan tekanan yang tinggi, serta bantuan dari katalis. Maka terbentuknya asam karbonat yang disebabkan hanya karena sebuah tiupan adalah perkara yang ajaib..

>> Minuman Bersoda

Kalau kita menyadari, sebenarnya kita sering mengonsumsi minuman yang dicampur dengan karbon dioksida, apakah itu..? Itulah minuman bersoda semacam Coca-Cola, Fanta, Sprite, dan lain-lain. Coba saja perhatikan komposisinya, pasti bahan penyusunnya terdapat CO2 yang merupakan pembentuk asam karbonat. Oleh sebab itu minuman tersebut dinamakan dengan minuman berkarbonasi, jika tidak ada asam karbonatnya maka tidak akan jadi yang namanya minuman bersoda. Tentu saja minuman bersoda tersebut sudah teruji oleh BPOM sehingga layak untuk dikonsumsi, silahkan menyimak Menjawab Mitos-Mitos Minuman Bersoda..

Jika kita mengonsumsi minuman bersoda, kita akan sering bersendawa atau mengeluarkan gas lewat mulut yang mengindikasikan bahwa minuman tersebut mengandung karbon dioksida. Jika kita menuang minuman itu ke dalam gelas, lalu kita biarkan agak lama, maka efek sodanya lama-kelamaan akan menghilang, mengapa..? Itu karena asam karbonat tadi perlahan terpecah kembali menjadi air dan karbon dioksida, lalu karbon dioksida itu pun terlepas ke udara bebas. Ingat bahwa pembentukan asam karbonat adalah reaksi kesetimbangan, bila keadaannya tidak pas maka air dan karbon dioksida bisa terpisah kembali..

Jika kita buka tutup botol saat pertama kali, biasanya akan muncul bunyi desis. Hal tersebut menunjukkan bahwa tekanan di dalam botol sangat tinggi sehingga gas yang ada di dalamnya sangat bersemangat untuk keluar dari botol. Jika tutup botolnya sering dibuka maka tekanan di dalam botol pun semakin lama semakin berkurang yang mengakibatkan hilangnya efek bersoda dari minuman tersebut..

Lalu apa yang bisa kita katakan jika air yang hendak kita minum itu ditiup dengan tiupan yang lembut, apakah asam karbonat bisa terbentuk begitu saja..? Apakah minuman kopi yang kita tiup akan langsung berubah menjadi minuman bersoda...?? Lalu dimana hubungannya meniup minuman dengan sakit jantung..!?

3. Menurut Ilmu Biologi

Dalam sebuah artikel disebutkan:

"Selain itu, di dalam mulut terdapat mikro-organisme tak kasat mata yang bersifat mutualisme (baik) dan juga ada yang patologi (buruk). Maka, makhluk kecil tak kasat mata dalam mulut akan menempel pada makanan panas apabila kita tiup dan kemudian masuk ke dalam perut. Bukankah ini berbahaya..?"

Jawaban : Dimana pun tempatnya; tidak hanya di mulut bahkan di dalam kopi tanpa perlu ditiup sekali pun, kemungkinannya memang terdapat bakteri baik dan buruk. Karena pada nyatanya kita tidak bisa terlepas dari keduanya..

Maka tidak diragukan lagi bahwa pernyataan di atas hanyalah cocoklogi dengan hadits Nabi, dan ini bukanlah adab yang baik dalam menyikapi hadits-hadits Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam..

Jika dikatakan bahwa orang yang sedang sakit semacam flu, TBC, hepatitis, dan sebagainya dapat menularkan penyakit lewat tiupannya; maka sekali pun hal tersebut adalah benar tetap saja tidak berhubungan dengan hadits larangan meniup minuman, karena hadits tersebut sama sekali tidak sedang membicarakan tentang penularan penyakit..

Perkataan Ulama Tentang Larangan Meniup Minuman Dan Bernafas Di Dalam Gelas

Adapun faedah dalam larangan ini kita cukupkan dengan penjelasan dari para ulama, dan memang seperti itulah adab dalam menafsirkan hadits-hadits Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam..

Imam an-Nawawi rahimahullah mengatakan,

ﻭﺍﻟﻨﻬﻲ ﻋﻦ ﺍﻟﺘﻨﻔﺲ ﻓﻲ ﺍﻹﻧﺎﺀ ﻫﻮ ﻣﻦ ﻃﺮﻳﻖ ﺍﻷﺩﺏ ﻣﺨﺎﻓﺔ ﻣﻦ ﺗﻘﺬﻳﺮﻩ ﻭﻧﺘﻨﻪ ﻭﺳﻘﻮﻁ ﺷﺊ ﻣﻦ ﺍﻟﻔﻢ ﻭﺍﻷﻧﻒ ﻓﻴﻪ ﻭﻧﺤﻮ ﺫﻟﻚ

"Larangan bernafas di dalam gelas ketika minum termasuk adab. Karena dikhawatirkan akan mengotori air minum atau ada sesuatu yang jatuh dari mulut atau dari hidung atau semacamnya." [Syarh Shahih Muslim, 3/160]

Dalam salah satu hadits yang disebutkan di awal, larangan bernafas di dalam gelas disatukan dengan larangan memegang kemaluan dengan tangan kanan, dan keduanya pun merupakan adab..

Karbon dioksida dan uap air yang kita hembuskan merupakan zat sisa dan bersifat kotor. Maka sudah termasuk adab adalah tidak menghembuskan zat kotor itu ke dalam minuman atau makanan. Terlebih lagi jika air tersebut digunakan untuk minum bersama yang bisa menyebabkan orang lain merasa jijik untuk meminumnya, meskipun tidak tampak sesuatu yang mengotori air tersebut..

Faedah lainnya, tidaklah mengapa jika seseorang mendinginkan minuman atau pun makanan yang panas dengan kipas angin atau alat-alat sejenisnya, karena hal tersebut tidaklah menyelisihi adab yang dimaksud..

Larangan Meniup Minuman, Antara Hoax Dan Hadits Nabi

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah juga menjelaskan,

ﻭﺃﻣﺎ ﺍﻟﻨﻔﺦ ﻓﻲ ﺍﻟﺸﺮﺍﺏ ﻓﺈﻧﻪ ﻳﻜﺴﺒﻪ ﻣﻦ ﻓﻢ ﺍﻟﻨﺎﻓﺦ ﺭﺍﺋﺤﺔ ﻛﺮﻳﻬﺔ ﻳﻌﺎﻑ ﻷﺟﻠﻬﺎ ﻭﻻ ﺳﻴﻤﺎ ﺇﻥ ﻛﺎﻥ ﻣﺘﻐﻴﺮ ﺍﻟﻔﻢ ﻭﺑﺎﻟﺠﻤﻠﺔ : ﻓﺄﻧﻔﺎﺱ ﺍﻟﻨﺎﻓﺦ ﺗﺨﺎﻟﻄﻪ ﻭﻟﻬﺬﺍ ﺟﻤﻊ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭ ﺳﻠﻢ ﺑﻴﻦ ﺍﻟﻨﻬﻲ ﻋﻦ ﺍﻟﺘﻨﻔﺲ ﻓﻲ ﺍﻹﻧﺎﺀ ﻭﺍﻟﻨﻔﺦ ﻓﻴﻪ

"Meniup minuman bisa menyebabkan air itu terkena bau yang tidak sedap dari mulut orang yang meniup. Sehingga membuat air itu menjijikkan untuk diminum. Terutama ketika terjadi bau mulut. Kesimpulannya, nafas orang yang meniup akan bercampur dengan minuman itu. Karena itulah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menggabungkan larangan bernafas di dalam gelas dengan meniup isi gelas." [Zadul Ma'ad, 4/215]

Dalam sebuah hadits disebutkan sisi romantis Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam..

'Aisyah radhiallahu 'anha menuturkan,

ﻛُﻨْﺖُ ﺃَﺷْﺮَﺏُ ﻭَﺃَﻧَﺎ ﺣَﺎﺋِﺾٍ, ﻓَﺄُﻧَﺎﻭِﻟُﻪُ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲَ ﻓَﻴَﻀَﻊُ ﻓَﺎﻩُ ﻋَﻠَﻰ ﻣَﻮْﺿِﻊِ ﻓِﻲّ ﻭَ ﺃَﺗَﻌَﺮَّﻕُ ﺍﻟﻌَﺮَﻕَ ﻓَﻴَﺘَﻨَﺎﻭَﻟُﻪُ ﻭَ ﻳَﻀَﻊُ ﻓَﺎﻩُ ﻓِﻲ ﻣَﻮْﺿِﻊِ ﻓِﻲّ

"Suatu ketika aku minum, ketika itu aku sedang haidh, lantas aku memberikan gelasku kepada Rasulullah dan beliau meminumnya dari mulut gelas tempat aku minum. Dalam kesempatan lain, aku memakan sepotong daging, lantas beliau mengambil potongan daging itu dan memakannya tepat di tempat aku memakannya." [HR. Muslim]

Jika saja minuman yang hendak diminum oleh sepasang suami istri itu ditiup-tiup oleh salah seorang darinya, sedangkan hawa dari mulutnya sedang kurang baik sehingga dapat memengaruhi aroma serta rasa dari minuman tersebut, maka romantisme yang hendak diharapkan bisa saja mengalami kegagalan, hehee..

Pelajaran yang bisa kita ambil, akal manusia itu sangatlah terbatas bahkan dalam hal seperti ini saja kita sering salah menafsirkan. Lalu bagaimana jika ada orang-orang seperti kaum liberal yang menolak hadits-hadits shahih lantaran dianggap tidak masuk akal..? Justru itu menunjukkan bahwa kaum liberal sangatlah bangga dengan kebodohan dan keterbatasan akalnya..

Allahu a'lam..

——○●※●○——

Esha Ardhie
Jum'at, 14 Agustus 2015
Oktober 11, 2017