thumbnail

Bagaimana Cara Kerja Herd Immunity (Imunitas Kelompok)?

Posted by Blog Al-Mukhtashar on Kamis, 12 Oktober 2017

Bagaimana Cara Kerja Herd Immunity (Imunitas Kelompok)?

Bagaimana Cara Kerja Herd Immunity (Imunitas Kelompok)?

Vaksin merupakan salah satu penemuan terbesar manusia dan secara historis merupakan cara yang paling efektif untuk melawan dan memberantas penyakit menular. Selama sebagian besar populasi divaksinasi terhadap penyakit, wabah akan semakin sulit untuk terjadi. Konsep ini disebut dengan herd immunity atau imunitas kelompok, hal ini memungkinkan orang-orang yang tidak divaksinasi atau orang-orang yang bukan merupakan target vaksinasi, dapat terhindar dan terlindungi dari penyakit..

Video (5 detik) ini memvisualisasikan bagaimana tingkat vaksinasi mempengaruhi imunitas pada populasi tertentu. Karena proporsi individu yang divaksinasi meningkat, penularan penyakit menjadi berkurang. Ketika proporsi populasi yang kritis menjadi kebal, penyakit tidak dapat bertahan dan tidak lagi menjadi endemi. Pada poin ini, orang-orang yang tidak divaksinasi menjadi ikut terlindungi dari penyakit karena kekebalan orang-orang disekitarnya, atau dengan kata lain tujuan dari herd immunity telah tercapai..


Proporsi populasi yang perlu divaksinasi disebut dengan "herd immunity threshold" atau "ambang imuniti kelompok" yang hal tersebut dapat diperkirakan menggunakan model epidemiologi. Penyakit yang sangat menular seperti campak memerlukan 92-95% populasi untuk divaksinasi. Penyakit polio memiliki ambang batas yang lebih rendah, yaitu 80% sampai 85%. Penyakit yang kurang menular seperti influenza hanya membutuhkan kekebalan populasi sebesar 33-44%..

Orang yang melakukan vaksinasi berarti ia sedang berusaha untuk melindungi dirinya dan melindungi orang-orang di sekitarnya, memutus rantai penularan penyakit, dan membatasi potensi terjadinya wabah..

Setelah vaksin cacar air memulai aksinya di Amerika Serikat pada tahun 1995, tingkat kematian akibat cacar air menurun sebesar 97%. Dan selanjutnya, meskipun vaksin tersebut tidak diberikan pada bayi, tidak ada bayi yang meninggal karena penyakit cacar air di Amerika Serikat antara tahun 2004 dan 2007..

Vaksin melakukan lebih dari sekedar melindungi Anda dan menjaga anak-anak Anda dari penyakit yang mengerikan. Vaksin juga membantu melindungi semua orang yang berada di sekitar Anda. Maka termasuk sikap yang tidak bijak, apabila Anda tidak menyukai vaksin lantas memberikan tuduhan dan mempengaruhi orang-orang untuk menghindar darinya. Jika Anda dan anak-anak Anda berkeadaan sehat tanpa vaksin, justru bisa jadi hal tersebut disebabkan karena herd immunity yang bekerja, hanya saja, mungkin Anda tidak menyadarinya..

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI, dr. H. M. Subuh, MPPM, pada April lalu menyatakan bahwa secara nasional, berdasarkan evaluasi program imunisasi tahun 2015-2016 cakupan imunisasi sudah mencapai bahkan melebihi dari target yang ditetapkan. Namun, permasalahannya masih terjadi disparitas cakupan imunisasi di beberapa daerah di Indonesia..

> Referensi Jurnal :

Paul E. M. Fine; Herd Immunity: History, Theory, Practice, Epidemiologic Reviews, Volume 15, Issue 2, 1 January 1993, Pages 265–302, https://doi.org/10.1093/oxfordjournals.epirev.a036121

http://www.pbs.org/wgbh/nova/body/herd-immunity.html

http://www.depkes.go.id/article/view/17042600003/mengenal-herd-immunity-dalam-imunisasi.html

Baca Juga :

○ Hummingbird, Burung Kolibri Yang Unik Dengan Metabolisme Tingkat Tinggi
○ ASI Dapat Menyelamatkan Ribuan Nyawa Anak Dan Mencegah Kanker Pada Ibu
○ SAINS, Salah Satu Bekal Untuk Kampung Akhirat
○ Benarkah Air Detoks Atau Infuseed Water Dapat Menghilangkan Lemak Dan Racun
○ Menghilangkan Bulu (Rambut) Dengan Laser Dan Hukum Penggunaannya

——○●※●○——

Esha Ardhie
Kamis, 05 Oktober 2017
Oktober 12, 2017
thumbnail

Studi Terbaru, Diet Ketogenik Memperpanjang Umur Dan Meningkatkan Kekuatan Fisik

Posted by Blog Al-Mukhtashar on

Studi Terbaru, Diet Ketogenik Memperpanjang Umur Dan Meningkatkan Kekuatan Fisik

Studi Terbaru, Diet Ketogenik Memperpanjang Umur Dan Meningkatkan Kekuatan Fisik

Berbicara soal kesehatan, ialah suatu bahasan yang penting dan tak kunjung usai. Dan berbicara soal ketogenik, berarti kita sedang membicarakan polemik yang belakangan ini hangat diperbincangkan, tidak hanya dalam lingkup media sosial, bahkan menjadi "bahan obrolan" di kalangan peneliti atau pun ahli gizi. Sayangnya, banyak di antara kita yang hanya mengandalkan testimoni tanpa mempertimbangkannya kepada seorang ahli, jika memang mereka menganggap hal tersebut adalah perkara yang serius. Sehingga hal-hal yang tidak diinginkan tidak semestinya terjadi. Banyak orang yang tidak tahan dengan diet tersebut, mengingat bahwa kita, manusia adalah pemakan karbohidrat dan perubahan pola dapat berakibat pada perubahan mood sehingga merasa ketidakbetahan atau tidak nyaman dengan efek yang ditimbulkan. Di sisi lain, ada juga yang merasa cocok dan masih menjalaninya hingga saat ini, bahkan bukan lagi menjadi suatu "program diet", akan tetapi sudah menjadi sebuah pola hidup yang baru..

Sebelum kita membahas judul di atas, mari kita berbicara sedikit tentang diet ketogenik. Seperti yang kita ketahui bahwa diet ini mulanya ialah penawar bagi penyakit epilepsi dan bukan tipe diet untuk pengurangan berat badan, ketogenik merupakan salah satu alternatif pengobatan untuk pasien epilepsi. Diet ketogenik telah digunakan sejak tahun 1921 dan berhasil mengobati beberapa macam epilepsi pada pasien yang resistance dengan pengobatan antikejang. Dokter spesialis anak dari Universitas Johns Hopkins menyatakan teori bahwa keadaan kelaparan (starvation) dapat meningkatkan pembentukan ketone dalam sirkulasi yang disebut dengan ketosis. Proses ini memberikan efek antiepileptik. Mempertahankan ketosis tanpa keadaan kelaparan dapat dicapai dengan memberikan asupan nutrisi tinggi lemak serta rendah karbohidrat dan rendah protein. Mekanisme efek ketosis terhadap epilepsi juga masih terus dikaji, hipotesis yang ada menyatakan bahwa ketone memiliki efek penstabil pada sistem saraf pusat, perubahan kadar lemak memiliki efek antikejang, dan sebagainya..

Mengingat banyak orang yang hidup di usia 80an dan 90 tahun, para peneliti telah mengkaji masalah kesehatan dan kualitas hidup yang terjadi selama masa penuaan berlangsung. Sebuah kajian baru-baru ini di UC Davis School of Veterinary Medicine menyoroti masalah terkait dengan menunjukkan bahwa diet tinggi lemak atau ketogenik dapat memperpanjang umur dan juga dapat meningkatkan kekuatan fisik..

Perlu diketahui bahwa objek kajian pada penelitian ini adalah tikus. Tikus dibagi menjadi 3 kelompok diet; diet umum dengan tinggi karbohidrat, diet rendah karbohidrat/tinggi lemak, dan diet ketogenik (89-90% dari total asupan kalori). Pada awalnya mereka khawatir bahwa diet tinggi lemak akan meningkatkan berat badan dan mengurangi rentang hidup..

Dr. Jon Ramsey, seorang ahli gizi dan merupakan peneliti senior menyatakan bahwa ia sedikit terkejut dengan hasil yang didapatkan, "Tetapi saya terkesan dengan besarnya hasil yang kami amati, peningkatan 13% rentang hidup rata-rata tikus dengan diet tinggi lemak dibandingkan diet tinggi karbohidat. Pada manusia, peningkatan sekitar 7-10 tahun. Tetapi yang terpenting, tikus-tikus tersebut mempertahankan kualitas kesehatannya di kemudian hari.."

Diet ketogenik sangat populer dengan berbagai klaim manfaat kesehatan, namun para ilmuwan masih menelisik apa yang terjadi selama ketosis. Dan penelitian ini tidak dirancang untuk fokus terhadap penurunan berat badan, tetapi untuk melihat metabolisme dan bagaimana hubungannya dengan penuaan..

Mekanika yang menyebabkan penuaan merupakan faktor paling utama penyebab timbulnya berbagai penyakit yang mempengaruhi hewan pengerat dan manusia, Ramsey telah menghabiskan 20 tahun terakhir untuk mempelajari hal ini. Mengingat beberapa penelitian yang melakukan pembatasan kalori pada banyak hewan untuk memperlambat penuaan, ia pun tertarik bagaimana diet tinggi lemak dapat mempengaruhi proses penuaan..

Selain secara signifikan meningkatkan rentang hidup rata-rata tikus, diet ketogenik juga meningkatkan daya ingat dan fungsi motorik, serta mencegah peningkatan tanda-tanda peradangan terkait usia..

Dalam studi ini, banyak hal yang dipandang tidak jauh berbeda seperti halnya manusia. Pada tingkat mendasar, manusia mengikuti perubahan yang sama dan mengalami penurunan fungsi keseluruhan organ selama penuaan. Kajian ini menunjukkan bahwa diet ketogenik dapat memiliki efek yang besar dalam kesehatan dan pada rentang hidup, tanpa penurunan berat badan atau pembatasan asupan. Hal ini membuka wacana baru bahwa diet memiliki kemungkinan berpengaruh terhadap penuaan..

Studi pendukung yang diterbitkan oleh Buck Institute for Research on Aging dalam edisi yang sama dengan Cell Metabolism menunjukkan bahwa diet ketogenik dapat memperpanjang umur dan meningkatkan daya ingat pada tikus yang sudah menua..

> Referensi Jurnal :

Megan N. Roberts, Marita A. Wallace, Alexey A. Tomilov, Zeyu Zhou, George R. Marcotte, Dianna Tran, Gabriella Perez, Elena Gutierrez-Casado, Shinichiro Koike, Trina A. Knotts, Denise M. Imai, Stephen M.Griffey, Kyoungmi Kim, Kevork Hagopian, Fawaz G. Haj, Keith Baar, Gino A. Cortopassi, Jon J. Ramsey, Jose Alberto Lopez-Dominguez. A Ketogenic Diet Extends Longevity and Healthspan in Adult MiceCell Metabolism, 2017;26 (3): 539 DOI: 10.1016/j.cmet.2017.08.005

https://www.sciencedaily.com/releases/2017/09/170905145551.htm

——○●※●○——

Esha Ardhie
Ahad, 10 September 2017
Oktober 12, 2017
thumbnail

Eksperimental, Sistem Transportasi Jantung Buatan

Posted by Blog Al-Mukhtashar on

Eksperimental, Sistem Transportasi Jantung Buatan

Eksperimental, Sistem Transportasi Jantung Buatan

Penanganan terbaik saat ini yang diterapkan di antara rumah sakit dalam hal transport donor jantung, adalah dengan meletakkan jantung tersebut di atas es dalam pendingin yang bisa kita beli di toko. Hal tersebut sangat membatasi rentang waktu dalam melakukan transplantasi (sekitar 4 jam), dan menimbulkan risiko yang seharusnya tidak perlu untuk sebuah prosedur bedah yang sudah sangat kompleks tersebut..

Transmedics Organ Care System [1] yang diuji di University of Michigan berikut adalah sebuah perangkat medis penelitian yang dapat menjaga jantung tetap hangat dan tetap berdetak selama berada di luar tubuh. Hal ini memungkinkan jeda waktu transport yang lebih lama dan memungkinkan jantung untuk perfusi dengan oksigen dan nutrisi hingga pasien siap untuk menerimanya..

Videonya bikin takjub :D


——○●※●○——

Esha Ardhie
Sabtu, 31 Desember 2016

[1] University Of Michigan Health System Tests Beating Heart Transplants —http://www.uofmhealth.org/news/archive/201603/university-michigan-health-system-tests-beating-heart
Oktober 12, 2017
thumbnail

Benarkah Air Detoks Atau Infused Water Dapat Menghilangkan Lemak Dan Racun Dalam Tubuh?

Posted by Blog Al-Mukhtashar on

Benarkah Air Detoks Atau Infused Water Dapat Menghilangkan Lemak Dan Racun Dalam Tubuh?

Benarkah Air Detoks Atau Infused Water Dapat Menghilangkan Lemak Dan Racun Dalam Tubuh Kita..?

Iriskan beberapa potong mentimun, kupas berbagai jenis jeruk, masukkan beberapa lembar daun mint, dan Anda telah mendapatkan air detoks yang berkhasiat, mampu menyingkirkan lemak dan mengeluarkan racun dari dalam tubuh Anda. Setidaknya, itulah yang digembar-gemborkan oleh TV kesehatan Dr. Mehmet Oz di Amerika. Apa sebenarnya yang membuat air detoks ini sebegitu ajaib..?

Berikut kita ungkap respons dari saintis [1].

"Semakin banyak kita mengonsumsi air minum, kinerja tubuh kita akan semakin mudah untuk mengeluarkan toksin," kata Thomas Brenna, profesor gizi dan kimia di Cornell University. Lanjutnya ia berkata, "Tetapi, saya bisa mendapatkannya dari air biasa.."

Air dapat membantu menjaga hati dan ginjal agar tetap dalam kondisi prima. Tubuh bergantung pada hati untuk menyerap racun dari aliran darah dan mengubahnya menjadi zat terlarut yang dapat diekskresikan dalam urin. Ginjal juga bermanfaat dalam hal ini, itu adalah proses alami keseharian yang penting bagi kehidupan..

Air putih adalah substansi penting untuk menjaga sistem kerja tubuh kita. Tetapi, menambahkan mentimun atau mint tidak menjadikannya memiliki 'kemampuan ekstra'. Ilmuwan juga tidak mengerti, toksin jenis apa yang bisa dikeluarkan oleh Detox Water..?

Dr. Donald Hensrud, peneliti gizi di Mayo Clinic menuturkan:

"Tak seorang pun yang bisa menjelaskan kepada saya, toksin apa yang ia keluarkan..? Banyak orang membicarakannya, seolah hal tersebut merupakan senyawa berat yang harus dikeluarkan dari tubuh.."

Infused Water diklaim dapat menurunkan berat badan 5 pounds dalam seminggu, meningkatkan pencernaan, membersihkan racun dalam tubuh, dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh..

Para ahli mengatakan, tidak diketahui secara jelas akan berapa banyak manfaat yang Anda dapatkan dari Infused Water..

Selain itu, diklaim juga bahwa Detox Water dapet menyerap berbagai vitamin dari buah-buahan, namum tanpa kalori seperti kita memakan buah tersebut..

Hensrud mengomentari, "Kalori di sana sangat sedikit, dan saya juga tidak yakin kalau air sama sekali tidak memiliki kalori.." Ia melanjutkan, "Dan zat-zat terkandung lainnya yang bermanfaat bagi kesehatan, mungkin juga sangat sedikit.."

Namun anehnya, perusahaan tidak menghentikan penjualan mereka, atau blogger yang kerap memposting judul artikel semacam, "20 Delicious Detox Waters to Cleanse Your Body and Burn Fat". Dan ditambah lagi dengan trend selebriti yang tiada henti..

Meskipun mereka skeptis dengan klaim yang besar, ahli gizi mengatakan bahwa Detox Water itu tidak berbahaya. Dan barangkali, ada juga keuntungannya, air detoks mungkin akan terasa lebih nikmat untuk kamu minum, daripada air putih biasa. Itu saja..

——○●※●○——

Esha Ardhie
Selasa, 27 Desember 2016

[1] Can detox waters really flush your fat and toxins away? —http://statnews[dot]com/2016/01/05/detox-water-flush-fat/
Oktober 12, 2017
thumbnail

ASI Dapat Menyelamatkan Ribuan Nyawa Anak Dan Mencegah Kanker Pada Ibu

Posted by Blog Al-Mukhtashar on

ASI Dapat Menyelamatkan Ribuan Nyawa Anak Dan Mencegah Kanker Pada Ibu

Peningkatan Pemberian ASI Dapat Menyelamatkan Ribuan Nyawa Anak Dan Mencegah Kanker Pada Ibu

Bagi saya, ini adalah kalimat utama yang begitu menyentuh ketika saya membaca ulasan pada STAT News [Link]. Di sana disebutkan:

"One of the most powerful lifesavers for babies doesn't come from a pharmaceutical company. Instead, it comes from a mother's breasts.."

Sang penyelamat seorang bayi tidaklah datang dari sebuah perusahaan farmasi. Sebaliknya, ia berasal dari payudara seorang Ibu..

Itulah topik yang diangkat dalam dua paper yang diterbitkan pada "The Lancet" (Jurnal medis paling dikenal dan paling prestisius di dunia) pada hari Kamis 28 Januari 2016, di mana para peneliti dari seluruh dunia bekerja sama untuk menganalisis literatur ilmiah tentang ASI..

Mereka menemukan bahwa, peningkatan pemberian ASI di seluruh dunia dapat menyelamatkan lebih dari 800.000 nyawa anak-anak setiap tahunnya. Dan juga bisa mencegah 20.000 Ibu dari kanker payudara dan ovarium..

ASI (Air Susu Ibu) adalah asupan yang sempurna bagi sang buah hati..

"Breastfeeding is an exquisite personalized medicine," ungkap Dr. Cesar Victora, seorang ahli epidemiologi Federal University of Pelotas di Brazil. Dan merupakan penulis utama dari Paper, "There is a biological dialogue between mother and child. The breast milk may change according to the child's need"..

Ulasan yang komprehensif dari Victora muncul beberapa hari setelah "American Congress of Obstetricians and Gynecologists" (ACOG) merilis pedoman baru yang mendorong para dokter untuk memilih dukungan apakah seorang Ibu harus menyusui anaknya atau tidak. Ini adalah inisiatif perihal issue dan perdebatan lama, "Apakah ASI dipromosikan sebegitu agresif..?"

Organisasi kesehatan dunia atau WHO merekomendasikan agar bayi tidak diberi makanan apapun kecuali ASI selama 6 (enam) bulan pertama, dan pedoman tersebut telah diterapkan oleh banyak organisasi lainnya termasuk ACOG..

Courtney Jung, seorang ilmuan politik di University of Toronto pemilik buku berjudul "Lactivism", ia mengatakan: "Saat ini, sebagian besar inisiatif yang advance dalam mempromosikan pemberian ASI, mereka menekankan kepada para Ibu untuk lebih banyak menyusui, dan membuat agar mereka lebih mudah untuk mengambil pilihan tersebut.."

Victora melanjutkan, "Kami ingin mengubah perspektif dari sikap 'menyalahkan' wanita yang tidak menyusui, untuk 'menunjuk jari' kepada pemerintah." Dan ia menyatakan bahwa Amerika adalah salah satu pemerintah yang terburuk..

"Amerika Serikat adalah satu-satunya negara sangat maju yang tidak memberikan cuti hamil, sehingga sulit bagi Ibu di Amerika untuk menyusui anak-anak mereka", catatan Victora mengungkap. Dia meminta agar pemerintah AS dan selainnya untuk menerapkan kebijakan cuti yang lebih "Family-Friendly" dan menempatkan batasan pada iklan susu formula..

Banyak langkah-langkah yang bisa kita ambil untuk mempromosikan ASI, yang diperkirakan dapat menyelamatkan banyak nyawa dengan berbagai sebab. Menyusui dapat melepaskan hormon yang mengurangi risiko seorang Ibu terkena kanker payudara, dan pada saat yang sama, memungkinkan ia untuk memberikan pertahanan melawan mikroba untuk anaknya. Dan ia pun tak perlu khawatir masalah kebersihan air yang digunakan untuk melarutkan susu formula, seperti yang menjadi perhatian khusus pada negara berkembang..

Paper tersebut juga mencatat keuntungan lainnya dari menyusui, yang meliputi segala sesuatu mulai dari IQ yang lebih tinggi hingga microbiome usus yang lebih kaya..

"Sisi kognitif itu sangat penting," kata Susan Horton, seorang ekonom di University of Waterloo, Kanada, dan merupakan salah satu dari penulis Paper..

Tetapi, mekanisme yang menjelaskan mengapa ASI bisa begitu protektif masih kurang dipahami. Victora menutur kembali, "Kami masih 'scratching the surface' (tahap awal) mengenai komponen yang terdapat dalam ASI.."

——○●※●○——

Esha Ardhie
Senin, 26 Desember 2016
Oktober 12, 2017
thumbnail

Air Oksigen, Air Yang Diperkaya Dengan Oksigen Dan Mengandung HOAX

Posted by Blog Al-Mukhtashar on

Air Oksigen, Air Yang Diperkaya Dengan Oksigen Dan Mengandung HOAX

Oxygizer Water, More Than Water..?

Air ber-oksigen atau air yang diperkaya dengan oksigen yang berkhasiat untuk "bla bla bla" sebenarnya hanyalah Trik Marketing belaka, nyatanya tidak memberikan efek apa-apa terhadap kondisi tubuh..

Dituturkan bahwa air oksigen dikembangkan dengan 3 (tiga) alasan:

1. Meningkatkan penyerapan oksigen di daerah yang terdapat banyak polusi udara..
2. Mencegah kekurangan oksigen bagi orang yang memiliki gangguan pernapasan..
3. Meningkatkan penyerapan oksigen setelah latihan fisik yang berat..

Ben Goldrace, tentu saja tidak percaya dengan mekanisme yang mereka paparkan. Dalam artikelnya di Bad Science [1] ia menyatakan bahwa kita akan mengambil 3000 mg oksigen per menit selepas menjalankan aktivitas berat. Untuk membantu memulihkan diri dengan cepat secara signifikan, kita membutuhkan tambahan 20% oksigen atau 600 mg per menit..

Jika dalam 1 liter air oksigen mengandung maksimal 150 mg oksigen (25 kali lebih banyak daripada air keran). Untuk memenuhi kebutuhan 600 mg tersebut, maka kita membutuhkan 4 liter air oksigen..

Artinya, kita harus minum sebanyak 40 liter air oksigen dalam waktu 10 menit, lebih mengerikannya lagi kita harus minum 1 liter air oksigen dalam waktu 15 detik. Dengan segera sistem peredaran darah kita akan kelebihan beban, tenggorokan kita akan berbusa, dan perut kita akan pecah..

Selain dari efek segar, air oksigen yang mengandung 150 mg oksigen itu tidaklah berpengaruh apa-apa. Belum lagi bunyi desis ketika membuka botol, menunjukkan oksigennya terlepas dan kita akan semakin kehilangan oksigen ketika kita menuangnya ke dalam gelas dan meminumnya. Sebagian besar oksigen akan hilang melalui pernapasan dan kulit. Dari 150 mg, paling tidak hanya 30 mg oksigen yang dapat diserap oleh tubuh kita..

Komisi Perdagangan Federal (FTC) Amerika Serikat [2] menganggap bahwa air Oxygizer bukanlah apa-apa melainkan hanya sebuah HOAX belaka. Kalau Anda ingin membeli air oksigen, tentu saja tidak mengapa. Tapi barangkali Anda harus mengeluarkan uang yang lebih banyak untuk itu. Dan memang tidak jarang, Pseudosains memang digunakan untuk mencari segelintir keuntungan..

*Oxygizer, merek dagang minuman air oksigen..

——○●※●○——

Esha Ardhie
Sabtu, 17 September 2016

[1] More Than Water
[2] FDA Advisory No. 2014-010
Oktober 12, 2017
thumbnail

Mengeringkan Luka Dan Membunuh Bakteri Dengan Air Garam

Posted by Blog Al-Mukhtashar on

Mengeringkan Luka Dan Membunuh Bakteri Dengan Air Garam

Garam Sebagai Obat

Melanjutkan artikel sebelumnya, Amankah Membersihkan Luka Dengan Antiseptik (Hydrogen Peroxide vs Blood). Dalam hal pengobatan luka, garam ternyata telah digunakan secara turun-temurun bahkan semenjak abad Sebelum Masehi. Larutan garam dapat membunuh bakteri-bakteri serta membantu mempercepat proses pengeringan pada luka. Biasanya luka akan terasa perih jika terkontak dengan air garam, namun rasa perih tersebut dapat diminimalisir jika melarutkan garamnya dengan air hangat. Berikut penjelasan dari Prof. Yohanes Surya [Link]..

> Pertanyaan :

Keluarga saya biasa merendam atau mencuci luka-luka dengan air garam agar cepat kering dan sembuh. Cara demikian kami dapatkan dari informasi tetangga. Awalnya, kami takut dengan rasa perih yang ditimbulkan. Setelah diberi tahu caranya, kami pun berani melakukannya. Yaitu garam dilarutkan ke dalam air panas atau hangat. Ketika kami coba, ternyata betul, tidak terasa perih. Pertanyaan saya, apakah air panas itu berpengaruh terhadap jalannya reaksi dan hasil reaksi kimia antara air dengan garam? Pada kasus garam yang dilarutkan dengan air dingin, apa yang menyebabkan rasa perih..? Terima kasih atas jawaban Anda..

> Jawaban :

Pemakaian garam untuk pengobatan luka sudah dimulai sejak zaman Mesir. Kertas Papirus Ebers (1600 SM) menuliskan tentang resep-resep pemanfaatan garam yang dilarutkan dalam air, madu, atau minyak-minyak tertentu untuk mengeringkan luka dan menyembuhkan infeksi akibat jamur. Hippocrates (460 SM) dari Yunani, Dioskurides (100 M) dari Romawi, Galen dari Yunani (129 - 200 M), Ibn Sina dari Arab (980 - 1037 M) mempunyai resep-resep penyembuhan luka dengan garam ini..

Ketika garam dicampur dengan air, terutama air hangat, terbentuklah partikel-partikel dengan muatan listrik yang berbeda, ion natrium yang bermuatan positif dan ion klor yang bermuatan negatif. Ketika larutan garam ini diberikan pada bagian yang luka, ion-ion ini akan mengatur tekanan sel-sel di sekitar luka. Tekanan diatur sedemikian rupa sehingga cairan tidak akan keluar dari dalam sel. Dengan kata lain, luka akan menjadi cepat kering..

Di samping mengeringkan luka, air garam juga dapat membunuh bakteri yang menyerang luka (terutama bakteri staphylococcus dan streptococcus). Sekitar empat tahun yang lalu Prof. Yen Con Hung dari University of Georgia menemukan bahwa air garam yang diberi arus listrik ternyata mampu membunuh banyak bakteri, terutama yang menempel pada berbagai tanaman atau pada papan talenan yang dipakai untuk memotong sayuran..

Mengenai rasa sakit, penyebabnya diperkirakan karena di bawah kulit (di sekitar daerah yang luka) ada sel-sel yang peka terhadap panas dan dingin. Jika sel-sel ini terkena air yang suhunya di bawah batas tertentu, sel-sel ini akan mengirim sinyal ke otak dan otak akan menginterpretasikannya sebagai rasa sakit..

——○●※●○——

Esha Ardhie
Sabtu, 03 September 2016
Oktober 12, 2017
thumbnail

Amankah Membersihkan Luka Dengan Antiseptik..? (Hydrogen Peroxide vs Blood)

Posted by Blog Al-Mukhtashar on

Hidrogen peroksida (H2O2) adalah senyawa yang sangat terkenal dalam dunia medis sebagai salah satu zat antiseptik atau pencuci luka. Penggunaannya telah tersebar di seluruh dunia bahkan sejak dipoduksi pertama kalinya di Inggris pada tahun 1800..

Hydrogen Peroxide VS Blood

Hidrogen peroksida (H2O2) adalah senyawa yang sangat terkenal dalam dunia medis sebagai salah satu zat antiseptik atau pencuci luka. Penggunaannya telah tersebar di seluruh dunia bahkan sejak dipoduksi pertama kalinya di Inggris pada tahun 1800..

Antiseptik digunakan untuk membunuh atau menghambat pertumbuhan mikroorganisme, biasanya digunakan pada lapisan kulit untuk mencegah terjadinya infeksi pada luka. Namun, amankah penggunaan hidrogen peroksida sebagai antiseptik..?

Berlawanan dengan paham mainstream, hidrogen peroksida sebenarnya sangat berbahaya bagi kehidupan seluler. Penggunaan hidrogen peroksida untuk luka terbuka sangat membahayakan jaringan di sekitarnya dan akan memperlambat proses penyembuhan. Hal ini disebabkan karena adanya enzim yang disebut dengan katalase, enzim yang ditemukan hampir di setiap sel dalam tubuh manusia..

Katalase adalah enzim yang fungsinya sangat penting dalam melindungi sel dari kerusakan oksidatif. Enzim tersebut memfasilitasi terjadinya dekomposisi atau penguraian senyawa hidrogen peroksida menjadi air (H2O) dan oksigen (O2)..

2H2O2 — (katalase) >> 2H2O + O2

Perhatikan video berikut, ini adalah fenomena yang terjadi jika hidrogen peroksida berekasi dengan sejumlah darah..


Jika kita membalut luka dengan hidrogen peroksida, darah akan terkontak dengannya dan enzim katalase pun akan bekerja untuk memecah senyawa H2O2 sehingga dihasilkan gas oksigen. Pembentukan gas oksigen tersebutlah yang akan menyebabkan darah menjadi berbusa, itulah sebabnya kontak langsung dengan hidrogen peroksida akan memiliki kemungkinan yang berakibat fatal..

Dalam hal ini, untuk membersihkan atau mendesinfektan luka yang terbuka akan lebih efektif dan alangkah jauh lebih aman jika menggunakan air dan sabun, dalam sabun biasanya terdapat juga antiseptik lain yang dinamakan dengan triclosan..

——○●※●○——

Esha Ardhie
Jum'at, 02 September 2016
Oktober 12, 2017
thumbnail

Kebenaran Tentang Rokok, Rahasia Besar Yang Mereka Sembunyikan Darimu

Posted by Blog Al-Mukhtashar on

Kebenaran Tentang Rokok, Rahasia Besar Yang Mereka Sembunyikan Darimu

Kebenaran Tentang Rokok, Rahasia Besar Yang Mereka Sembunyikan Darimu

Bukan sebuah rahasia lagi bahwa rokok adalah sesuatu yang buruk bagi anda. Sudah diketahui selama puluhan tahun bahwa merokok dapat menyebabkan kanker, penyakit kronis pada paru-paru atau COPD (Chronic Obstructive Pulmonary Disease), penuaan dini, dan berbagai macam masalah lainnya. Tetapi ada sebuah rahasia yang mereka sembunyikan dengan sangat rapat..

Banyak ditemukan, ada lebih dari 600 bahan penyusun dan 4.000 bahan kimia yang terkandung dalam satu batang rokok. Selain dari Tar dan Nikotin, rokok dapat mengandung Formalin, Amonia (bahan pembersih lantai), DDT atau Dichoro Diphenyl Trichlorethane (peptisida sintesis untuk membunuh serangga), Arsenik (racun tikus), Butana (bahan bakar korek api), Aseton (bahan pembersih cat), dan bahkan mengandung Kadmium (aki mobil)..

Di Amerika Serikat, rokok menyebabkan kematian lebih dari 400.000 jiwa setiap tahunnya. Di seluruh dunia, rokok telah mengikat kehidupan 10 juta orang. Maka tidaklah mengherankan jika anda mempertanyakan berapa banyak bahan kimia dan zat aditif berbahaya yang terkandung dalam rokok..

Tetapi ada kabar yang sangat baik. Tubuh manusia itu kuat, ia dapat pulih kembali dari berbagai macam kondisi. Jika anda telah merokok bahkan selama beberapa tahun, tubuh anda akan mulai memperbaiki diri di hari ketika anda behenti merokok..!! Penyembuhan dimulai hampir seketika dalam beberapa menit setelah hisapan terakhir dari rokok anda..

Ketika anda meletakkan rokok terakhir anda, tekanan darah dan denyut jantung akan segera normal. Sehari kemudian, kadar karbon monoksida tidak terdeteksi lagi dalam darah. Peradangan mulai berkurang dan oksigen akan melimpahi tubuh anda. Setelah bertahun-tahun, tubuh anda akan menormalkan dan terus memperbaiki diri sampai pada tingkat seperti anda tidak pernah merokok sama sekali..

Lalu bagaimana dengan rokok elektronik..? Apakah itu aman..? Mungkin aman, tetapi tidak persis aman. Rokok elektronik juga mengandung banyak zat aditif dan bahan-bahan kimia, bahkan dapat menyebabkan efek candu yang lebih berat dari sebelumnya..

Tujuan kami yang sebenarnya adalah mengajak anda untuk segera berhenti merokok. Lakukanlah hal itu dan anda akan berada dalam langkah menuju kesehatan yang lebih baik, dalam waktu singkat..!!

Jangan lupa untuk membagikan artikel ini kepada teman, kerabat, dan juga keluarga. Kita tidak tahu akan berapa banyak orang yang terbantu dengan langkah kecil ini..

——○●※●○——

Sumber : http://simpleorganiclife.org/cigarettes

Dibahasakan ulang oleh : Esha Ardhie
Sabtu, 26 September 2015
Oktober 12, 2017
thumbnail

Garam Tidak Boleh Dimasak? Antara Hoax Dan Hadits Nabi

Posted by Blog Al-Mukhtashar on Rabu, 11 Oktober 2017

Garam Tidak Boleh Dimasak? Antara Hoax Dan Hadits Nabi

Benarkah Garam Tidak Boleh Dimasak..?

Benarkah meniup minuman dapat menghasilkan asam karbonat yang berbahaya bagi tubuh..?? Sudah kami bahas dalam postingan sebelumnya, Larangan Meniup Minuman, Antara Hoax Dan Hadits Nabi..

Dalam kesempatan kali ini, kami menemukan kembali artikel yang sepertinya perlu diluruskan. Setelah membawakan hadits Nabi yang mengatakan bahwa sebaik-baik lauk adalah garam (al-Baihaqi), dalam sebuah artikel disebutkan :



"GARAM TIDAK BOLEH DIMASAK ! Kesalahan kita (kebanyakan orang Melayu) ialah kita memasak garam yaitu memasukkan garam kedalam masakan ketika minyak sedang MENDIDIH/PANAS. Ia akan menyebabkan garam menjadi racun/toksik… Garam, bahasa saintifiknya adalah sodium. Jika garam dimasak dengan cara diatas, ia akan menyebabkannya ber-asid dan membahayakan kesehatan serta mengundang pelbagai penyakit."

Kami mengomentari bahwa pernyataan di atas tidaklah benar dan tidak bisa dipertanggungjawabkan, bahkan kami sangat yakin bahwa yang menulis artikel itu pun meragukan apa yang ia tulis. Mengapa..? karena pernyataan tersebut sangat bertentangan dengan fakta di lapangan. Menambahkan bumbu atau pun garam ke dalam masakan panas, atau yang sedang dimasak di atas api merupakan hal yang lumrah, biasa dilakukan oleh masyarakat dari zaman ke zaman. Tapi nyatanya tidak ada korban jiwa, kasus serius, atau pun gejala keracunan dengan penggunaan garam yang seperti itu..


Bahkan informasi tersebut sampai dicopas dan dimuat ulang dengan judul "Wajib Dibaca… Jangan gunakan GARAM dengan cara ini, Bisa Mematikan..!!"


Maka kami menilai bahwa orang yang menulis artikel itu sangatlah aneh, dan anehnya lagi tulisan tersebut dikaitkan dengan hadits Nabi yang seolah-olah bertujuan untuk menutupi keanehan yang ada, agar berita tersebut dinilai seolah-olah benar adanya..!? Ini adalah perkara yang buruk dan sangat berbahaya..


Adapun dari segi hadits, hadits tersebut derajatnya dha'if atau lemah. Kami menemukannya dengan lafadz berikut ini :


ﻋَﻦْ ﺃَﻧَﺲِ ﺑْﻦِ ﻣَﺎﻟِﻚٍ ، ﻗَﺎﻝَ : ﻗَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ: « ﺳَﻴِّﺪُ ﺇِﺩَﺍﻣِﻜُﻢُ ﺍﻟْﻤِﻠْﺢُ »


Dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sebaik-baik bumbu kalian adalah garam.."


Ada juga yang menerjemahkan dengan kalimat, "Lauk teristimewa kalian adalah garam", atau "Raja lauk-pauk kalian adalah garam.."


Dalam bahasa Melayu disebutkan, "Penghulu dari segala kuah adalah garam.."


Dalam bahasa Inggris disebutkan, "The best of your seasonings is salt.."


Hadits ini diriwayatkan oleh al-Baihaqi dalam Syu'abul Iman (5551), Ibnu Majah dalam Sunannya (3315) dan didha'ifkan oleh Syaikh al-Albani dalam al-Misykah (4239) tahqiq kedua. Dalam sanadnya terdapat perawi yang bermasalah bernama Isa bin Abi Isa..


Berkenalan Dengan Garam Dapur, NaCl

>> Disebutkan :

"Garam, bahasa saintifiknya adalah sodium.."


>> Komentar :


Menyamakan garam dengan Sodium adalah salah kaprah. Sodium merupakan nama lain dari Natrium yang dalam ranah kimia disimbolkan dengan Na. Sedangkan garam; dalam hal ini adalah garam dapur disebut dengan Natrium Klorida atau Sodium Klorida dengan rumus molekul NaCl. Itulah garam yang biasa kita konsumsi sehari-hari..


Garam dapur adalah mineral yang banyak digunakan sebagai bumbu dan pengawet makanan. Secara alami, NaCl dihasilkan dari proses penguapan dan kristalisasi air laut. Secara kimiawi, NaCl terbentuk dari campuran HCl dan NaOH dengan reaksi :


HCl + NaOH → NaCl + H2O


HCl merupakan asam kuat dan NaOH merupakan basa kuat, menghasilkan garam NaCl dan air H2O yang keduanya bersifat netral, tidak bersifat asam dan tidak bersifat basa. Air ini dapat dihilangkan dengan metode penguapan, dan kita pun akan mendapatkan garam NaCl..


Garam Berubah Menjadi Asam Berbahaya..?

>> Disebutkan :

"Jika garam dimasak dengan cara diatas, ia akan menyebabkannya ber-asid dan membahayakan kesehatan serta mengundang pelbagai penyakit.."


>> Komentar :


Ber-asid maksudnya adalah sifat garam akan berubah menjadi asam. Namun, benarkah garam yang bersifat netral ini dapat menjadi asam ketika dimasukkan ke dalam masakan panas..?


Untuk menjawabnya dapat dilakukan pengujian sederhana. Larutkan saja garam ke dalam sejumlah air yang panas, aduk hingga rata. Adakah rasa asam di sana..? Kita dapat menggunakan indikator untuk mengukur pH larutan tersebut. Di sisi lain, NaCl juga memiliki titik didih yang tinggi, 1465°C. Maka NaCl yang berubah menjadi asam, apalagi bersifat racun karena terkena suhu yang tidak seberapa, kami juga tidak mengerti asal-usul informasi tersebut..


Kami tidak menafikan adanya jenis garam lain yang bersifat asam atau pun basa, karena sifat garam tergantung juga dari asam basa pembentuknya. Seperti yang telah disebutkan, NaCl terbentuk dari asam kuat dan basa kuat sehingga menghasilkan garam yang bersifat netral dengan nilai pH di sekitar 7 (tujuh)..


Garam yang bersifat asam atau yang bersifat basa juga tidak selamanya berbahaya. Contoh garam yang bersifat asam adalah NH4Cl atau Amonium Klorida, digunakan sebagai obat batuk. Contoh garam yang bersifat basa adalah NaHCO3 atau Natrium Bikarbonat, digunakan sebagai soda kue atau baking soda..

Jika NaCl dilarutkan ke dalam air, NaCl akan terurai sempurna menjadi ion positif (Na+) dan ion negatif (Cl-) yang bergerak bebas dalam larutan. Oleh sebab itu larutan NaCl disebut sebagai larutan elektrolit. Garam yang dilarutkan ke dalam air hangat, justru dapat dimanfaatkan sebagai media untuk mengobati luka. S
imak artikel: "Mengeringkan Luka Dan Membunuh Bakteri Dengan Air Garam"..

Penambahan Yodium Pada Garam Dapur

Dalam artikel lain, terdapat keterangan tambahan tentang kandungan yodium yang akan hilang dalam proses pemasakkan..

>> Disebutkan :


"Jika garam dimasak dengan cara di atas, garam akan menyebabkannya ber-asid dan membahayakan kesehatan serta mengundang pelbagai penyakit, selain itu kandungan yodium pada garam juga akan hilang.."


>> Komentar :


Dalam hal ini memang terjadi perbincangan di kalangan peneliti. Yodium merupakan zat yang dibutuhkan oleh tubuh, kekurangan yodium bagi seseorang dapat menyebabkan penyakit seperti gondok. Maka yodium tersebut ditambahkan sebagai campuran garam untuk mencegah timbulnya penyakit-penyakit akibat kekurangan yodium. Lalu yang menjadi permasalahan adalah, apakah yodium pada garam akan hilang atau rusak dalam proses pemasakkan..? jawabannya adalah YA. Khususnya pada masakan yang mengandung cabai dan cuka, yodium pun disinyalir telah menghilang..


Namun tunggu dulu, setelah menelusuri perpustakaan Google, kami menemukan fakta yang sangat menarik dalam sebuah artikel yang dipublikasikan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) tentang kontroversi berita yang dimaksud [1]. Dalam artikel itu disebutkan kronologi bahwa telah dilakukan dua penelitian dengan metode yodometri dan wet digestion untuk mengukur kadar yodium pada masakan. Hasil dari kedua penelitian tersebut adalah :


"Berdasarkan temuan ini disimpulkan bahwa sebagian besar yodium hilang dalam pemasakkan, terutama bila dimasak dengan cabai dan apalagi bila ditambah cuka.."


Perlu diketahui bahwa yodisasi garam (penambahan yodium ke dalam garam) telah dilakukan selama lebih dari 20 tahun dengan harapan agar dapat mencegah timbulnya Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY). Kesimpulan dari dua penelitian yang dimaksud seakan-akan membungkam usaha pencegahan yang dilakukan selama ini. Yodisasi garam ternyata sia-sia belaka karena yodiumnya telah hilang dalam proses pemasakkan, sedangkan masyarakat biasanya menambahkan bumbu atau pun garam pada proses memasak dan bukan setelah masakannya telah matang..


Apakah hasil penelitian itu benar..!? Sejujurnya hasil tersebut sangatlah JANGGAL, karena bukti empiris menunjukkan bahwa banyak negara di dunia seperti di Amerika Utara, Amerika Latin, Asia, dan Afrika yang menunjukkan bahwa garam yodium sangat efektif dalam penanggulangan GAKY. Maka untuk membuktikan kebenaran penelitian tersebut, pada tahun 1999 dilakukanlah dua penelitian yang lebih presisi dengan metode radio isotop dan epidemiolgi oleh Puslitbang Gizi menggunakan bantuan dana dari UNICEF..


Ternyata hasil dari dua penelitian terbaru ini saling menunjang. Penelitian laboratorium menunjukkan bahwa yodium masih ada di dalam masakan dan yodium yang masih ada dalam masakan dapat dicerna oleh tubuh, yang ditunjukkan dengan tingginya kadar yodium dalam urine. Ini menunjukkan bahwa penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa yodium itu telah hilang dalam proses pemasakkan ternyata tidaklah akurat..


Kesimpulannya, menambahkan garam pada saat proses memasak tidaklah bermasalah. Dan perlu diperhatikan, untuk membentuk cita rasa masakan yang utuh, Anda harus memberikan garam pada saat proses memasak berlangsung. Jika anda memberikan garam seusai masakan telah matang, masakan Anda hanya akan terasa asin yang hambar karena garam tidak melebur bersama cita rasa yang lainnya..


Manfaat Garam Dapur

Garam merupakan substansi yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Di dalam tubuh, Natrium (Na+) dan Klorida (Cl-) adalah ion utama pada cairan di luar sel (cairan ekstrasel), yang meliputi plasma darah. Dengan demikian, mereka memiliki peranan penting dalam sejumlah proses di dalam tubuh. Para ilmuan sepakat bahwa sejumlah minimal garam diperlukan bagi tubuh demi keberlangsungan hidup, sedangkan pengaruh kelebihan garam terhadap dampak kesehatan merupakan perihal yang masih terus dikaji dan diteliti oleh ilmuan, dokter, dan ahli kesehatan masyarakat. Seperti semua hal yang telah kita ketahui, kekurangan dan kelebihan terhadap sesuatu memiliki dampaknya masing-masing, maka sudah sewajarnya kita menjaga adab-adab dalam mengonsumsi makanan atau pun minuman..

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata dalam Zadul Ma'ad :


ﺍﻟﻤِﻠْﺢُ ﻳُﺼﻠِﺢ ﺃﺟﺴﺎﻡ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻭﺃﻃﻌﻤﺘﻬﻢ ، ﻭﻳُﺼﻠِﺢ ﻛُﻞَّ ﺷﻰﺀ ﻳُﺨﺎﻟﻄﻪ ﺣﺘﻰ ﺍﻟﺬَّﻫﺐَ ﻭﺍﻟﻔِﻀَّﺔ ، ﻭﺫﻟﻚ ﺃﻥ ﻓﻴﻪ ﻗﻮﺓً ﺗﺰﻳﺪُ ﺍﻟﺬﻫﺐَ ﺻُﻔﺮﺓً ، ﻭﺍﻟﻔِﻀَّﺔَ ﺑﻴﺎﺿﺎً ، ﻭﻓﻴﻪ ﺟِﻼﺀٌ ﻭﺗﺤﻠﻴﻞ ، ﻭﺇﺫﻫﺎﺏٌ ﻟﻠﺮﻃﻮﺑﺎﺕ ﺍﻟﻐﻠﻴﻈﺔ ، ﻭﺗﻨﺸﻴﻒٌ ﻟﻬﺎ ، ﻭﺗﻘﻮﻳﺔٌ ﻟﻸﺑﺪﺍﻥ ، ﻭﻣﻨﻊٌ ﻣﻦ ﻋﻔﻮﻧﺘﻬﺎ ﻭﻓﺴﺎﺩﻫﺎ ، ﻭﻧﻔﻊٌ ﻣﻦ ﺍﻟﺠﺮﺏ ﺍﻟﻤﺘﻘﺮِّﺡ . ﻭﺇﺫﺍ ﺍﻛﺘُﺤِﻞَ ﺑﻪ ، ﻗﻠﻊ ﺍﻟﻠَّﺤﻢ ﺍﻟﺰﺍﺋﺪ ﻣﻦ ﺍﻟﻌَﻴْﻦ ، ﻭﻣﺤَﻖَ ﺍﻟﻈَّﻔَﺮَﺓ . ﻭﺍﻷﻧﺪﺭﺍﻧﻰ ﺃﺑﻠﻎُ ﻓﻰ ﺫﻟﻚ ، ﻭﻳﻤﻨﻊُ ﺍﻟﻘﺮﻭﺡَ ﺍﻟﺨﺒﻴﺜﺔ ﻣﻦ ﺍﻻﻧﺘﺸﺎﺭ ، ﻭﻳُﺤﺪِﺭُ ﺍﻟﺒﺮﺍﺯ ، ﻭﺇﺫﺍ ﺩُﻟِﻚَ ﺑﻪ ﺑﻄﻮﻥُ ﺃﺻﺤﺎﺏِ ﺍﻻﺳﺘﺴﻘﺎﺀ ، ﻧﻔﻌﻬﻢ ، ﻭﻳُﻨﻘﻰ ﺍﻷﺳﻨﺎﻥَ ، ﻭﻳﺪﻓﻊُ ﻋﻨﻬﺎ ﺍﻟﻌُﻔُﻮﻧﺔ ، ﻭﻳﺸُﺪُّ ﺍﻟﻠِّﺜﺔ ﻭﻳُﻘﻮﻳﻬﺎ ، ﻭﻣﻨﺎﻓﻌﻪ ﻛﺜﻴﺮﺓ ﺟﺪّﺍً


"Garam memang bisa menambah kualitas tubuh manusia dan kualitas makanan mereka, bahkan bisa menambah kualitas segala sesuatu yang dicampur dengannya, seperti emas dan perak. Sebabnya adalah karena garam mengandung energi yang membuat emas semakin kuning dan perak semakin putih berkilat. Garam mengandung unsur pembersih, unsur pengemulsi, penghilang lendir berat, penyerap dan unsur yang memperkuat tubuh serta mencegah bau busuk dan kerusakan. Berkhasiat juga mengobati kudis bernanah. Bila digunakan sebagai celak, bisa menghilangkan daging berlebih pada mata, bisa melenyapkan kotoran kuning. Garam inggris lebih baik untuk tujuan ini. Bisa juga mencegah koreng agar tidak menyebar. Bisa juga melancarkan buang air besar. Kalau dioleskan ke perut orang yang terkena busung lapar, niscaya berkhasiat. Bisa juga membersihkan gigi atau menghilangkan bau gigi, menguatkan dan mengokohkan gusi. Dan masih banyak sekali khasiat lainnya.."


Allahu a'lam..


***


Catatan :


[1]  Yodium Tidak Rusak Atau Hilang Dalam Pemasakkan — http://www.kimianet.lipi.go.id/utama.cgi?cetakartikel&1100397884

——○●※●○——


Esha Ardhie
25 Agustus 2015
Oktober 11, 2017
thumbnail

Larangan Meniup Minuman, Antara Hoax Dan Hadits Nabi

Posted by Blog Al-Mukhtashar on

Larangan Meniup Minuman, Antara Hoax Dan Hadits Nabi

Larangan Meniup Minuman, Antara Hoax Dan Hadits Nabi

Telah masyhur bagi kita hadits-hadits yang menyebutkan tentang larangan meniup minuman, misalnya dalam hadits berikut..

Dari Abu Qatadah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

ﺇِﺫَﺍ ﺷَﺮِﺏَ ﺃَﺣَﺪُﻛُﻢْ ﻓَﻼَ ﻳَﺘَﻨَﻔَّﺲْ ﻓِﻲ ﺍﻹِﻧَﺎﺀِ، ﻭَﺇِﺫَﺍ ﺃَﺗَﻰ ﺍﻟﺨَﻼَﺀَ ﻓَﻼَ ﻳَﻤَﺲَّ ﺫَﻛَﺮَﻩُ ﺑِﻴَﻤِﻴﻨِﻪِ

"Apabila kalian minum, janganlah bernafas di dalam gelas, dan ketika buang hajat, janganlah menyentuh kemaluan dengan tangan kanan." [HR. Bukhari no. 153]

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma,

ﺃَﻥَّ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲَّ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻧَﻬَﻰ ﺃَﻥْ ﻳُﺘَﻨَﻔَّﺲَ ﻓِﻲ ﺍﻹِﻧَﺎﺀِ ﺃَﻭْ ﻳُﻨْﻔَﺦَ ﻓِﻴﻪِ

"Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam melarang bernafas di dalam gelas atau meniup isi gelas." [HR. Ahmad no. 1907, Turmudzi no. 1888, dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth]

Dari Abu Sa'id al-Khudri radhiyallahu 'anhu,

أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- نَهَى عَنِ النَّفْخِ فِى الشُّرْبِ. فَقَالَ رَجُلٌ الْقَذَاةُ أَرَاهَا فِى الإِنَاءِ قَالَ « أَهْرِقْهَا ». قَالَ فَإِنِّى لاَ أَرْوَى مِنْ نَفَسٍ وَاحِدٍ قَالَ « فَأَبِنِ الْقَدَحَ إِذًا عَنْ فِيكَ »

"Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam melarang meniup-niup saat minum. Seseorang berkata, 'Bagaimana jika ada kotoran yang aku lihat di dalam wadah air itu?'. Beliau bersabda, 'Tumpahkan saja'. Ia berkata, 'Aku tidak dapat minum dengan satu kali tarikan nafas'. Beliau bersabda, 'Kalau begitu, jauhkanlah wadah air (tempat mimum) itu dari mulutmu'." [HR. Tirmidzi no. 1887 dan Ahmad 3/26]

Lalu apa faedah dari larangan tersebut..? Jika kita telusuri, kita akan menemukan beberapa poin yang dikaitkan dengan hadits Nabi tersebut, dalam hal ini kita kumpulkan menjadi 3 (tiga) bahasan dalam disiplin ilmu..

1. Menurut Ilmu Fisika

Pertama, kami ingin menjelaskan. Mengapa air yang dimasak dalam panci bisa panas di semua bagian padahal yang dipanaskan hanya di bagian bawahnya..? Hal tersebut karena adanya gerakan dari partikel-partikel dalam air yang dimasak. Gambarannya seperti ini, air yang dipanaskan pada bagian bawah mulanya dingin dan lama kelamaan akan panas, teorinya mengatakan bahwa partikel air yang panas sifatnya akan lebih ringan daripada partikel air yang dingin, sehingga partikel yang terdapat pada bagian bawah akan pindah menuju ke bagian atas karena sifatnya yang ringan, dan partikel air yang dingin di bagian atas akan tenggelam menuju dasar karena sifatnya yang lebih berat. Proses itulah yang terjadi terus menerus ketika air dimasak..

Larangan Meniup Minuman, Antara Hoax Dan Hadits Nabi

Sebelum mengonsumsi kopi panas, biasanya kita meniup-niup sebentar cairan kopi di dalam cangkir agar lebih dingin. Namun hal tersebut nampaknya sia-sia karena partikel-partikel yang ditiup tadi akan menjadi lebih dingin dan sifatnya akan menjadi lebih berat, sehingga partikel air yang ditiup akan tenggelam ke bagian bawah dan posisinya akan digantikan oleh partikel-partikel air yang panas. Hasilnya, bahwa yang kita sruput tadi adalah (tetap) cairan kopi yang panas..

Meskipun dalam nyatanya bisa dipengaruhi oleh faktor-faktor yang lain, namun hal tersebut sama sekali tidak berhubungan dengan hadits larangan meniup minuman. Lagi pula, fenomena ini terjadi jika kita meniup minuman yang panas, sedangkan larangan hadits bersifat umum, entah itu minuman dingin atau pun minuman yang panas. Dalam hadits Abu Sa'id al-Khudri, konteksnya adalah terdapat kotoran dalam wadah, bukan perkara panas atau dinginnya minuman..

Bagaimana jika ditinjau dari disiplin ilmu yang lain..? Mari kita lanjutkan pembahasan..

2. Menurut Ilmu Kimia

Saking semangatnya dalam menyampaikan hadits, beberapa orang menghubungkan perkara ini dengan ilmu kimia yang akan kami sebutkan. Telah tersebar pernyataan yang mengatakan bahwa meniup minuman dapat membentuk senyawa asam karbonat yang berpotensi menyebabkan sakit jantung..

Fenomena yang sama sekali tidak asing. Berita HOAX ditambah dengan suguhan hadits-hadits adalah contoh informasi yang tidak sehat, dimanfaatkan dan disebarluaskan demi keuntungan pribadi..

Dalam sebuah artikel disebutkan:

"Fakta ilmiah pertama, bahwa bertemunya H2O (air dalam gelas) dengan karbondioksia atau CO2 (udara yang kita tiupkan melalui mulut) akan menghasilkan asam karbonat atau H2CO3. Nah jika senyawa kimia ini masuk ke dalam perut kita bisa menyebabkan penyakit jantung."

Dalam artikel lainnya dituliskan reaksinya,

H2O + CO2 → H2CO3

Pernyataan ini sama sekali tidak benar, biasanya orang-orang menyebutnya dengan ungkapan HOAX. Maka kita jawab dengan beberapa poin berikut..

>> Pembentukkan Asam Karbonat (H2CO3)

Penulisan reaksi tersebut kurang tepat, karena reaksi yang terjadi bukanlah satu arah, melainkan dua arah (bulak-balik) yang ditandai dengan dua tanda panah, sehingga reaksinya adalah,

H2O (air) + CO2 (karbon dioksida) ⇄ H2CO3 (asam karbonat)

Apa makna dari reaksi dua arah..? Maksudnya, sekalipun senyawa asam karbonat sudah terbentuk, ia dapat terpisah kembali menjadi air dan karbon dioksida. Perlu diketahui juga bahwa asam karbonat bukanlah senyawa yang bisa terbentuk dengan mudah, melainkan diperlukan kondisi khusus seperti suhu yang pas dan tekanan yang tinggi, serta bantuan dari katalis. Maka terbentuknya asam karbonat yang disebabkan hanya karena sebuah tiupan adalah perkara yang ajaib..

>> Minuman Bersoda

Kalau kita menyadari, sebenarnya kita sering mengonsumsi minuman yang dicampur dengan karbon dioksida, apakah itu..? Itulah minuman bersoda semacam Coca-Cola, Fanta, Sprite, dan lain-lain. Coba saja perhatikan komposisinya, pasti bahan penyusunnya terdapat CO2 yang merupakan pembentuk asam karbonat. Oleh sebab itu minuman tersebut dinamakan dengan minuman berkarbonasi, jika tidak ada asam karbonatnya maka tidak akan jadi yang namanya minuman bersoda. Tentu saja minuman bersoda tersebut sudah teruji oleh BPOM sehingga layak untuk dikonsumsi, silahkan menyimak Menjawab Mitos-Mitos Minuman Bersoda..

Jika kita mengonsumsi minuman bersoda, kita akan sering bersendawa atau mengeluarkan gas lewat mulut yang mengindikasikan bahwa minuman tersebut mengandung karbon dioksida. Jika kita menuang minuman itu ke dalam gelas, lalu kita biarkan agak lama, maka efek sodanya lama-kelamaan akan menghilang, mengapa..? Itu karena asam karbonat tadi perlahan terpecah kembali menjadi air dan karbon dioksida, lalu karbon dioksida itu pun terlepas ke udara bebas. Ingat bahwa pembentukan asam karbonat adalah reaksi kesetimbangan, bila keadaannya tidak pas maka air dan karbon dioksida bisa terpisah kembali..

Jika kita buka tutup botol saat pertama kali, biasanya akan muncul bunyi desis. Hal tersebut menunjukkan bahwa tekanan di dalam botol sangat tinggi sehingga gas yang ada di dalamnya sangat bersemangat untuk keluar dari botol. Jika tutup botolnya sering dibuka maka tekanan di dalam botol pun semakin lama semakin berkurang yang mengakibatkan hilangnya efek bersoda dari minuman tersebut..

Lalu apa yang bisa kita katakan jika air yang hendak kita minum itu ditiup dengan tiupan yang lembut, apakah asam karbonat bisa terbentuk begitu saja..? Apakah minuman kopi yang kita tiup akan langsung berubah menjadi minuman bersoda...?? Lalu dimana hubungannya meniup minuman dengan sakit jantung..!?

3. Menurut Ilmu Biologi

Dalam sebuah artikel disebutkan:

"Selain itu, di dalam mulut terdapat mikro-organisme tak kasat mata yang bersifat mutualisme (baik) dan juga ada yang patologi (buruk). Maka, makhluk kecil tak kasat mata dalam mulut akan menempel pada makanan panas apabila kita tiup dan kemudian masuk ke dalam perut. Bukankah ini berbahaya..?"

Jawaban : Dimana pun tempatnya; tidak hanya di mulut bahkan di dalam kopi tanpa perlu ditiup sekali pun, kemungkinannya memang terdapat bakteri baik dan buruk. Karena pada nyatanya kita tidak bisa terlepas dari keduanya..

Maka tidak diragukan lagi bahwa pernyataan di atas hanyalah cocoklogi dengan hadits Nabi, dan ini bukanlah adab yang baik dalam menyikapi hadits-hadits Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam..

Jika dikatakan bahwa orang yang sedang sakit semacam flu, TBC, hepatitis, dan sebagainya dapat menularkan penyakit lewat tiupannya; maka sekali pun hal tersebut adalah benar tetap saja tidak berhubungan dengan hadits larangan meniup minuman, karena hadits tersebut sama sekali tidak sedang membicarakan tentang penularan penyakit..

Perkataan Ulama Tentang Larangan Meniup Minuman Dan Bernafas Di Dalam Gelas

Adapun faedah dalam larangan ini kita cukupkan dengan penjelasan dari para ulama, dan memang seperti itulah adab dalam menafsirkan hadits-hadits Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam..

Imam an-Nawawi rahimahullah mengatakan,

ﻭﺍﻟﻨﻬﻲ ﻋﻦ ﺍﻟﺘﻨﻔﺲ ﻓﻲ ﺍﻹﻧﺎﺀ ﻫﻮ ﻣﻦ ﻃﺮﻳﻖ ﺍﻷﺩﺏ ﻣﺨﺎﻓﺔ ﻣﻦ ﺗﻘﺬﻳﺮﻩ ﻭﻧﺘﻨﻪ ﻭﺳﻘﻮﻁ ﺷﺊ ﻣﻦ ﺍﻟﻔﻢ ﻭﺍﻷﻧﻒ ﻓﻴﻪ ﻭﻧﺤﻮ ﺫﻟﻚ

"Larangan bernafas di dalam gelas ketika minum termasuk adab. Karena dikhawatirkan akan mengotori air minum atau ada sesuatu yang jatuh dari mulut atau dari hidung atau semacamnya." [Syarh Shahih Muslim, 3/160]

Dalam salah satu hadits yang disebutkan di awal, larangan bernafas di dalam gelas disatukan dengan larangan memegang kemaluan dengan tangan kanan, dan keduanya pun merupakan adab..

Karbon dioksida dan uap air yang kita hembuskan merupakan zat sisa dan bersifat kotor. Maka sudah termasuk adab adalah tidak menghembuskan zat kotor itu ke dalam minuman atau makanan. Terlebih lagi jika air tersebut digunakan untuk minum bersama yang bisa menyebabkan orang lain merasa jijik untuk meminumnya, meskipun tidak tampak sesuatu yang mengotori air tersebut..

Faedah lainnya, tidaklah mengapa jika seseorang mendinginkan minuman atau pun makanan yang panas dengan kipas angin atau alat-alat sejenisnya, karena hal tersebut tidaklah menyelisihi adab yang dimaksud..

Larangan Meniup Minuman, Antara Hoax Dan Hadits Nabi

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah juga menjelaskan,

ﻭﺃﻣﺎ ﺍﻟﻨﻔﺦ ﻓﻲ ﺍﻟﺸﺮﺍﺏ ﻓﺈﻧﻪ ﻳﻜﺴﺒﻪ ﻣﻦ ﻓﻢ ﺍﻟﻨﺎﻓﺦ ﺭﺍﺋﺤﺔ ﻛﺮﻳﻬﺔ ﻳﻌﺎﻑ ﻷﺟﻠﻬﺎ ﻭﻻ ﺳﻴﻤﺎ ﺇﻥ ﻛﺎﻥ ﻣﺘﻐﻴﺮ ﺍﻟﻔﻢ ﻭﺑﺎﻟﺠﻤﻠﺔ : ﻓﺄﻧﻔﺎﺱ ﺍﻟﻨﺎﻓﺦ ﺗﺨﺎﻟﻄﻪ ﻭﻟﻬﺬﺍ ﺟﻤﻊ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭ ﺳﻠﻢ ﺑﻴﻦ ﺍﻟﻨﻬﻲ ﻋﻦ ﺍﻟﺘﻨﻔﺲ ﻓﻲ ﺍﻹﻧﺎﺀ ﻭﺍﻟﻨﻔﺦ ﻓﻴﻪ

"Meniup minuman bisa menyebabkan air itu terkena bau yang tidak sedap dari mulut orang yang meniup. Sehingga membuat air itu menjijikkan untuk diminum. Terutama ketika terjadi bau mulut. Kesimpulannya, nafas orang yang meniup akan bercampur dengan minuman itu. Karena itulah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menggabungkan larangan bernafas di dalam gelas dengan meniup isi gelas." [Zadul Ma'ad, 4/215]

Dalam sebuah hadits disebutkan sisi romantis Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam..

'Aisyah radhiallahu 'anha menuturkan,

ﻛُﻨْﺖُ ﺃَﺷْﺮَﺏُ ﻭَﺃَﻧَﺎ ﺣَﺎﺋِﺾٍ, ﻓَﺄُﻧَﺎﻭِﻟُﻪُ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲَ ﻓَﻴَﻀَﻊُ ﻓَﺎﻩُ ﻋَﻠَﻰ ﻣَﻮْﺿِﻊِ ﻓِﻲّ ﻭَ ﺃَﺗَﻌَﺮَّﻕُ ﺍﻟﻌَﺮَﻕَ ﻓَﻴَﺘَﻨَﺎﻭَﻟُﻪُ ﻭَ ﻳَﻀَﻊُ ﻓَﺎﻩُ ﻓِﻲ ﻣَﻮْﺿِﻊِ ﻓِﻲّ

"Suatu ketika aku minum, ketika itu aku sedang haidh, lantas aku memberikan gelasku kepada Rasulullah dan beliau meminumnya dari mulut gelas tempat aku minum. Dalam kesempatan lain, aku memakan sepotong daging, lantas beliau mengambil potongan daging itu dan memakannya tepat di tempat aku memakannya." [HR. Muslim]

Jika saja minuman yang hendak diminum oleh sepasang suami istri itu ditiup-tiup oleh salah seorang darinya, sedangkan hawa dari mulutnya sedang kurang baik sehingga dapat memengaruhi aroma serta rasa dari minuman tersebut, maka romantisme yang hendak diharapkan bisa saja mengalami kegagalan, hehee..

Pelajaran yang bisa kita ambil, akal manusia itu sangatlah terbatas bahkan dalam hal seperti ini saja kita sering salah menafsirkan. Lalu bagaimana jika ada orang-orang seperti kaum liberal yang menolak hadits-hadits shahih lantaran dianggap tidak masuk akal..? Justru itu menunjukkan bahwa kaum liberal sangatlah bangga dengan kebodohan dan keterbatasan akalnya..

Allahu a'lam..

——○●※●○——

Esha Ardhie
Jum'at, 14 Agustus 2015
Oktober 11, 2017
thumbnail

Kupas Fakta Seputar Mitos Minuman Bersoda Oleh SEAFAST Center IPB

Posted by Blog Al-Mukhtashar on

Mitos Minuman Bersoda

Kupas Fakta Minuman Berkarbonasi Oleh SEAFAST Center IPB

Seiring dengan berkembangnya pengetahuan dan teknologi seputar makanan dan minuman, masyarakat semakin memperhatikan efek dari makanan atau pun minuman yang mereka konsumsi terhadap kesehatan. Salah satu yang marak dibahas oleh masyarakat adalah sensasi 'krenyes' di lidah dari minuman bersoda atau minuman berkarbonasi, mulai dari kesalahan informasi akibat penjelasan yang kurang ilmiah hingga paranoia karena kurangnya pengertian masyarakat akibat mis-informasi ini..

Minuman berkarbonasi beredar sejak awal abad ke-19 dalam bentuk air bersoda dan tahun 1851 mulai diproduksi minuman berkarbonasi dengan perisa. Minuman bersoda sendiri mulai beredar di Indonesia sejak tahun 1927. Jadi bisa disimpulkan bahwa minuman berkarbonasi bukanlah hal yang baru, tetapi yang perlu diperhatikan adalah fakta-fakta di balik rumor yang marak diperbincangkan di masyarakat..

Oleh karena itu, Southeast Asia Food and Agricultural & Tehnology (SEAFAST) Center dari Institut Pertanian Bogor (IPB) melakukan studi literatur terhadap kebenaran hal ini. Asosiasi Industri Minuman Ringan atau ASRIM juga mengundang para pakar, Dr. Puspo Edi Giriwono (Peneliti dari SEAFAST Center), Prof. Dr. Made Astawan (Ahli Gizi dan Pakar Teknologi Pangan) serta Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB (Pakar Gastroenterologi) untuk membahas efek karbonasi pada minuman terhadap kesehatan manusia..

Karbonasi Pada Minuman

Karbonasi dalam minuman dilakukan melalui proses karbonasi, memasukkan karbon dioksida CO2 ke dalam cairan dengan tekanan tinggi. Karbonasi inilah yang akan menghasilkan gelembung dalam minuman dengan cita rasa 'mengigit' atau 'krenyes'. Penggunaan karbon dioksida dalam minuman telah dimulai sejak abad ke-18 di Inggris. Metode ini diaplikasikan oleh para produsen minuman ringan berperisa untuk menciptakan sensasi sparkle dan segar..

Karbon dioksida ini aman untuk digunakan dalam produk minuman. Hasil kajian Join Expert Committee on Food Additives (JECFA) memang belum menetapkan berapa nilai ADI atau Asupan Harian yang Diperbolehkan untuk karbon dioksida ini, namun dikatakan lebih lanjut, bahwa hal ini menunjukkan tidak adanya kekhawatiran risiko mengenai penambahan CO2 dalam minuman. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) juga menetapkan bahwa karbon dioksida sebagai bahan pengkarbonasi sudah diijinkan penggunaannya pada produk pangan untuk membentuk karbonasi pada makanan dan minuman..

Ahli gizi dan pakar teknologi pangan, Prof. Dr. Made Astawan, juga mengatakan, "Minuman bersoda akan tetap 'menggigit' atau 'krenyes' selama kemasannya belum dibuka. Menariknya, saat diminum, sebagian besar karbonasi ini tidak sampai di lambung karena sebagian besar gas sudah menguap ketika kemasan dibuka." Lanjutnya lagi, "Jadi hanya gelembung yang tersisa dalam minuman akan segera diserap melalui dinding saluran cerna. Jumlah ini relatif sangat kecil dibandingkan dengan jumlah karbon dioksida yang dihasilkan dari tubuh secara alami melalui metabolisme karbohidrat, protein, dan lemak menjadi energi.."

Efek Karbonasi Terhadap Kesehatan

Banyak rumor yang beredar mengenai kekhawatiran terhadap efek karbonasi untuk kesehatan. Hal inilah yang melatarbelakangi studi yang dilakukan oleh SEAFAST Center. Berikut ini adalah pemaparan hasil studi literaturnya:

1. Karbonasi Dan Kesehatan Mulut

Berdasarkan hasil riset, karbonasi tidak dapat menjadi penyebab tunggal kerusakan gigi yang terjadi. Studi klinis menunjukkan bahwa rusaknya enamel gigi lebih disebabkan karena faktor lainnya yang memudahkan keasaman air liur meningkat dengan cepat seperti penderita karies atau gigi berlubang. Sehingga perlu diperhatikan tingkat keasaman tinggi tersebut yang juga didapat dari produk makanan dan minuman lain yang tidak berkarbonasi. Menjaga kesehatan gigi adalah faktor penting dalam kesehatan gigi..

2. Karbonasi Dan Kanker Esofagus Atau Kerongkongan

Temuan terakhir hasil penelusuran literatur pada beberapa artikel medis, memusatkan perhatian pada dampak lebih lanjut dari penyakit GERD atau Gastroesophageal Reflux Disease yaitu meningkatnya risiko timbulnya kanker esofagus atau kerongkongan. Hasil studi ini menegaskan bahwa TIDAK ada keterkaitan konsumsi minuman berkarbonasi dengan kanker esofagus..

Faktor dominan penyakit kanker ini adalah merokok, obesitas, dan konsumsi alkohol..

3. Karbonasi Dan Kesehatan Lambung

Hasil penelurusan berbagai artikel ilmiah tentang dampak karbonasi terhadap kesehatan saluran pencernaan tidak ditemukan adanya korelasi antara karbonasi dalam minuman dengan kesehatan saluran pencernaan. Faktor yang menyebabkan penyakit pada saluran cerna sangat kompleks sehingga tidak bisa disimpulkan minuman ringan berkarbonasi menyebabkan terjadinya penyakit-penyakit ini..

Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, seorang pakar gastroenterologi dari Universitas Indonesia juga menambahkan mengenai keterkaitan minuman berkarbonasi terhadap kesehatan lambung, "Secara penelitian klinis juga memperlihatkan bahwa konsumsi minuman berkarbonasi oleh seseorang dalam kondisi yang sehat dalam jumlah yang wajar tidak akan menimbulkan gangguan terhadap kesehatan lambung.."

Hasil studi literatur SEAFAST Center ini akan mulai dipublikasikan pada bulan April 2014 supaya masyarakat bisa mendapatkan informasi yang benar mengenai minuman berkarbonasi dan lebih memahami fakta di balik karbonasi ini..

"Kami ingin membantu membangun masyarakat yang lebih memahami apa yang mereka konsumsi, tidak berdasarkan pada persepsi umum semata namun informasi yang berlandaskan pada bukti ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan sehingga mereka dapat membuat keputusan", tegas Suroso..

Sumber : Kupas Fakta Tentang Karbonasi Dalam Minuman: Pemaparan Hasil Studi Literatur "Efek Karbonasi Dalam Minuman Terhadap Kesehatan", ASRIM 2014 April 02. [Link]

——○●※●○——

Esha Ardhie
Selasa, 18 Agustus 2015
Oktober 11, 2017